Salah satu penggerak GBL, Purwadi atau yang kerap disapa Ki Purwo mengatakan, pembagian 110 parcel sembako Lebaran itu menyebar di tiga RT dan lokasi terpencil di dusun tersebut. Sasarannya masyarakat yang kena PHK, gulung tikar hingga pendapatan berkurang drastis selama pandemi.
”Ada sekitar 49 orang yang berpartisipasi di sini. Paket parsel sembako Lebaran didapatkan dari para perantau yang menyebar di beberapa wilayah seperti Lampung, Palembang, Bali, Kalimantan Selatan dan Jawa. Mereka tergabung dalam paguyuban Perantau GBL ini,” jelasnya.
Pembagiannya pun dilakukan secara protokol kesehatan (prokes) dengan didampingi Satgas Covid-19 desa. Penyalurannya ditampung di rumah RT. Kemudian RT disalurkan secara door to door untuk menghindari kerumunan.
”Sasarannya bukan hanya yang kena PHK saja. Namun, ditambah teman-teman yang bukan PNS, kemudian para pensiunan serta orang-orang yang tidak mendapat THR/gaji ke-13,” paparnya.
Kegiatan tersebut dimaksud untuk meringankan beban masyarakat di desa tersebut. Serta sebagai kepatuhan perantau agar tidak mudik. Maka dengan cara menyalurkan sedikit rezeki ke masyarakat yang membutuhkan.
”Meski kami tidak mudik, tapi sembako datang. Sesulih ora bisa mulih. Semoga bermanfaat,” imbuhnya. Editor : Ali Mustofa