Dengar Kajian Ustaz Rifky, Pengusaha Sound Pati Putuskan Berhenti dari Horeg Rela Batalkan 27 Job

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 09:20 WIB
HIJRAH: Agus Kusuma, pengusaha sound bersama Ustaz Rifky Ja’far Thalib di Masjid Agung Pati baru-baru ini. (AGUS KUSUMA UNTUK RADAR KUDUS)
HIJRAH: Agus Kusuma, pengusaha sound bersama Ustaz Rifky Ja’far Thalib di Masjid Agung Pati baru-baru ini. (AGUS KUSUMA UNTUK RADAR KUDUS)

Pengusaha sound system asal Kabupaten Pati Agus Kusuma memutuskan meninggalkan pekerjaan sound horeg, setelah mendengarkan ceramah dari Ustaz Rifky Ja’far Thalib.

Ia kini kembali ke jalan bisnis semula.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Pati

Keseharian Agus Kusuma, pengusaha sound system asal Pati langsung berubah drastis, pasca mendengar ceramah Ustaz Rifky Ja’far Thalib.

Ia sudah tak lagi berbis nis sound horeg.

Kini, Agus kembali memusatkan perhatian pada usaha yang sebelumnya yang telah ia jalani, yakni televisi kabel, jaringan internet, serta jasa video shooting.

Menariknya, usaha itu dibangun Agus secara otodidak. Ia hanya lulusan sekolah dasar (SD).

Namun, mampu mengembangkan keterampilan sendiri melalui pengalaman dan ketekunan.

Perjalanan usahanya tidak selalu mudah.

Saat tidak memiliki pekerjaan, ia pernah memulai usaha televisi kabel dengan modal yang sangat sederhana.

Bahkan, modal awal itu, berasal dari hasil menjual gelang dan kalung istrinya. Dari usaha kecil itu, Agus terus belajar dan berkembang.

Hingga akhirnya mampu menggeluti berbagai bidang usaha yang berkaitan dengan teknologi, jaringan, audio, dan video.

Baginya, dunia sound system bukan sekadar pekerjaan. Kecintaannya terhadap perangkat audio, bahkan te lah tumbuh sejak masih duduk di bangku SD.

Sejak kecil, dia sudah terbiasa merangkai radio secara otodidak.

Hobi itu, kemudian berkembang hingga mengantarkannya menjadi salah satu pengusaha sound system yang cukup dikenal di Kabupaten Pati.

Fenomena sound horeg yang belakangan cukup diminati pun dimasuki. 

Dia mendapatkan cuan lumayan di usahanya itu. Namun, perjalanan Agus akhirnya sampai di sebuah persimpangan.

Di tengah ra mainya permintaan, Agus justru memutuskan meninggalkan usaha yang selama ini mendatangkan keuntungan besar itu. 

Keputusan itu, bukan perkara mudah. Terlebih, Agus mengaku sudah ada 27 job yang telah masuk. 

Sebagian di antaranya sudah membayar down payment (DP) alias uang muka. Alih-alih melanjutkan pekerjaan itu, Agus memilih membatalkan.

Uang muka yang telah diterima dikembalikan.

Keputusan itu, di ambil setelah dirinya semakin sering mendengarkan kajian atau ceramah Ustaz Rifky Ja’far Thalib, salah satu pendakwah yang dikenal lantang mengkritik parade sound horeg.

Di antaranya di media sosial, terutama TikTok. Pesan-pesan dalam kajian itu, perlahan membuatnya berpikir ulang me ngenai aktivitas yang selama ini dijalani.

Puncaknya terjadi saat Agus menghadiri tabligh akbar ustaz asal Malang itu, di Masjid Agung Baitunnur Pati pada 6 September lalu.

Di tempat itu, Agus mendengar langsung nasihat dan pandangan sang pendakwah mengenai fenomena sound horeg.

“Ustaz Rifky mengibaratkan fenomena sound horeg sebagai klub atau diskotik berjalan yang terbuka. Itu kan bahaya bagi generasi muda,” ungkapnya.

Apa yang didengarnya, membuat Agus semakin man tap mengambil keputusan.

“Saya nggak mau ikut merusak generasi anak bangsa. Itu saja yang saya sadari selama ini,” ujar Agus.

Bagi Agus, keputusan itu bukan berarti dirinya membenci dunia sound system. Sebab, sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil.

“Dulu sebelum main karnaval sound, khusus untuk salawatan. Saya sering main sound dan shooting,” katanya.

Untuk itu, keputusan meninggalkan sound horeg terasa cukup kontras dengan hobi yang telah digelutinya selama puluhan tahun. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
Ustaz Rifky Ja’far Thalib Pengusaha Sound System pati Sound Horeg jawa tengah