Hadiah utama umrah dalam Mlampah Sesarengan Bupati dan Wakil Bupati Kudus jatuh ke tangan warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Lifara Aidlika Maudina.
Demi mengikuti event tersebut, ia rela tidak hadir dalam acara keluarga.
INDAH SUSANTI/Radar Kudus
PEREMPUAN berkerudung itu berlari sekuat tenaga sambil melambaikan kupon undian dari arah timur menuju panggung utama.
Ia bergegas naik panggung setelah MC menyebut nomor undiannya dua kali. Sorak-sorai peserta pun pecah begitu sang pemenang muncul.
Sebelumnya, nomor undian pertama hasil pengambilan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dibacakan berkali-kali, namun tidak ada yang menghampiri panggung.
MC pun menggugurkan nomor tersebut dan mengambil undian baru.
Keberuntungan akhirnya jatuh kepada Lifara.
Ia berhasil membawa pulang hadiah utama berupa umrah gratis dari Haqiqi Tour Umroh dan Haji Plus Kudus dalam rangka Hari Jadi ke-477 Kota Kudus.
Lifara menerima simbolis hadiah sambil sujud sukur. Ia mengaku tak menyangka bisa mendapat hadiah utama dan menyebutnya sebagai momen istimewa.
“Bayangkan, dari 10 ribu peserta, saya yang dapat hadiah utama. Waktu terima simbolis hadiahnya, badan saya masih lemas dan gemetar. Alhamdulillah, dapat umrah,” kata Lifara saat diwawancarai Jawa Pos Radar Kudus usai menerima hadiah.
Ia bercerita baru membeli tiket dua hari sebelum acara. Lifara mengikuti jalan sehat itu bersama suami dan dua anaknya.
“Hari ini sebenarnya ada acara keluarga ke Boyolali. Tapi suami kerjanya laju Godong-Kudus, jadi capek dan tidak ikut. Kami pilih ikut Mlampah Sesarengan ini,” ujarnya.
Keberuntungan itu, menurut Lifara, tidak lepas dari ikhtiar yang ia lakukan.
Sejak membeli tiket, berangkat ke Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, hingga proses pengundian, ia tak henti melantunkan selawat.
“Ampuhnya selawat kepada Nabi Muhammad memang luar biasa,” katanya.
Lifara mengaku pernah umrah saat masih lajang. Kini, setelah berumah tangga dan memiliki dua anak, ia kembali mendapat kesempatan umrah.
Sehari-hari ia mengajar vokal di salah satu lembaga les musik di Kudus, termasuk melatih vokal di beberapa sekolah.
Suaminya juga berprofesi sebagai guru seni musik, mengajar di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
“Suami saya tiap hari pulang-pergi Godong-Kudus, jadi soal berangkat umrah dari hadiah ini belum saya bicarakan. Nanti dimusyawarahkan bersama. Ini saja saya masih terkejut, tak menyangka dapat hadiah umrah,” ungkapnya.
“Terima kasih Jawa Pos Radar Kudus yang telah menggelar Mlampah Sesarengan Bupati dan Wakil Bupati Kudus dalam rangka Hari Jadi ke-477 Kota Kudus,” tambahnya.
Usai menerima hadiah utama dari Haqiqi Tour Kudus, Lifara langsung menuju stand untuk melengkapi data. Keberangkatan umrahnya dijadwalkan Januari 2027.
Ia menyebut ini berkah luar biasa dan berharap bisa berangkat bersama sang suami.
“Saya selawat terus supaya dapat undian, apa pun hadiahnya. Kalau bukan hadiah utama pun tidak apaapa, yang penting dapat salah satu hadiah. Saya tidak cuma membidik hadiah utama, tapi semua hadiah yang ada,” ungkap Lifara sembari tertawa.
Mlampah Sesarengan Bupati dan Wakil Bupati Kudus digelar bersama Jawa Pos Radar Kudus dan diikuti sekitar 10 ribu peserta yang memadati Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. (*/ali)
Editor : Ali Mustofa