GROBOGAN- Prestasi membanggakan diraih Edlyn Nandita, siswi SMAN 1 Karangrayung, dalam ajang KRENOVA 2026. Melalui inovasi digital bertajuk Dhira Grobogan, ia berhasil meraih juara 1 kategori pelajar dalam ajang tersebut.
Saat ditemui, Edlyn Nandita tampak antusias menceritakan pengalamannya mengikuti ajang KRENOVA 2026. Dengan senyum yang sesekali terselip di wajahnya, ia mengisahkan perjalanan merancang karya bertajuk Dhira Grobogan.
Meski sempat diliputi rasa lelah dan tidak percaya diri saat melihat karya peserta lain, Edlyn tetap mantap memperkenalkan inovasinya—sebuah portal informasi yang ia rancang khusus untuk mendorong literasi dan pengembangan potensi masyarakat di Kabupaten Grobogan.
Ia mengaku, ajang KRENOVA 2026 menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan baginya. Proses menyiapkan proposal hingga mengembangkan konsep inovasi tidak selalu berjalan mulus.
Ada kalanya ia merasa lelah bahkan sempat mengalami burnout ketika harus menyelesaikan berbagai tahapan karya.
Belum lagi rasa insecure yang sempat muncul ketika melihat karya para peserta lain yang menurutnya tidak kalah menarik. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam perjalanan belajarnya.
“Awalnya sempat merasa capek dan kurang percaya diri melihat karya peserta lain. Tapi semuanya terbayar ketika bisa bertemu teman-teman baru yang satu frekuensi, baik di bidang IT maupun non digital,” ujarnya.
Menurut Edlyn, pertemuan dengan para peserta lain justru membuka banyak wawasan baru. Ia tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga mendapatkan relasi dan ilmu yang dinilainya jauh lebih berharga.
Di balik inovasi yang ia ciptakan, tersimpan latar belakang yang cukup kuat. Ide Dhira Grobogan muncul dari keprihatinannya terhadap kondisi literasi di Kabupaten Grobogan yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
Ia melihat bahwa kualitas sumber daya manusia di suatu daerah sangat berkaitan erat dengan tingkat literasi masyarakatnya.
Karena itu, ia berupaya menghadirkan sebuah platform yang dapat menjadi ruang belajar sekaligus sumber informasi yang mudah diakses oleh semua kalangan.
“Harapannya, portal ini bisa meningkatkan minat baca masyarakat secara inklusif, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, Dhira Grobogan dirancang dengan tiga fitur utama yang saling terintegrasi. Fitur pertama adalah Dhira Jelajah, yang menyajikan peta interaktif serta sejarah singkat wilayah di Kabupaten Grobogan.
Fitur ini juga dilengkapi dengan mini kuis edukatif yang memungkinkan pengguna menguji pemahaman mereka tentang sejarah dan potensi daerah secara menyenangkan.
Selanjutnya terdapat fitur Dhira Skills, yang berisi berbagai panduan dan tutorial pengembangan potensi di berbagai sektor ekonomi.
Melalui fitur ini, pengguna juga dapat memanfaatkan forum tanya jawab sebagai ruang diskusi interaktif untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Sementara itu, fitur Dhira Warta hadir sebagai pusat informasi terkini yang terhubung dengan sumber berita terpercaya di Grobogan.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi terbaru sekaligus meningkatkan literasi digital.
Bagi Edlyn, memperkenalkan Dhira Grobogan bukan hanya soal mengikuti kompetisi inovasi. Lebih dari itu, ia ingin memberikan kontribusi nyata bagi daerahnya.
Saat akhirnya bisa mempresentasikan karya tersebut, rasa bangga pun tak bisa ia sembunyikan.
“Ketika memperjuangkan karya ini demi kemajuan Grobogan, rasanya bangga sekali. Walaupun capek, pengalaman dan ilmu yang didapat benar-benar berharga,” pungkasnya. (int)
Editor : Admin