Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Aris Yuni Astuti, MUA dan Desainer Busana Asal Kudus: Pencetus Kudus Fashion Week yang Suka Bikin Desain Nyeleneh

Ali Mustofa • Jumat, 27 Maret 2026 | 10:20 WIB
INOVATIF: Aris Magenta (tengah) usai menampilkan sejumlah koleksi busana karyanya. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
INOVATIF: Aris Magenta (tengah) usai menampilkan sejumlah koleksi busana karyanya. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Aris Yuni Astuti, yang lebih populer dengan nama Aries Magenta, mulai menapaki dunia fashion sejak tahun 2008.

Namanya yang kian dikenal di bidang tersebut kemudian membawanya memperluas kiprah sebagai make up artist (MUA), keterampilan yang ia pelajari langsung dari sang ibu.

Sosoknya dikenal cekatan, penuh energi, dan percaya diri. Sejak awal merintis karier, Aries pernah membuka toko aksesori di ruko Jalan Raya Kudus–Jepara.

Namun usaha itu tidak bertahan lama karena ia memutuskan fokus menjadi desainer busana dengan konsep limited edition.

Pengalaman panjang di dunia fashion membuatnya tak cepat puas.

Terlahir dari keluarga perias pengantin, ia kerap mendampingi ibunya saat merias klien. Dari situlah ketertarikannya pada dunia make up tumbuh.

Ia mengaku tidak pernah mengikuti kursus resmi. Semua teknik dasar ia pelajari dengan mengamati ibunya bekerja.

Setelah memahami dasar-dasar rias, Aries mulai mencoba merias wisuda, tunangan, hingga model.

Kepercayaan diri pun tumbuh hingga akhirnya berani menerima riasan pengantin.

Respons klien yang positif membuatnya semakin mantap menekuni profesi tersebut.

Menariknya, dalam setiap proyek rias pengantin, Aries juga memadukan riasan dengan busana pengantin rancangannya sendiri.

Ia sengaja menghadirkan desain yang berbeda dari kebanyakan, bahkan terkesan unik.

Justru keunikan itulah yang membuat banyak pelanggan tertarik.

Setiap riasan pernikahan selalu disertai model busana baru yang belum pernah dibuat sebelumnya.

Keseriusannya di bidang ini sempat membawanya menyewa ruko di Jalan Subchan ZE selama sekitar tiga tahun.

Seluruh gaun pengantin ia jahit sendiri, menggunakan bahan dari Semarang, lalu dihiasi payet yang dikerjakan berhari-hari.

Aries dikenal tak suka berdiam diri. Ia aktif menggelar berbagai kegiatan, termasuk lomba fashion show busana pengantin.

Bahkan ia menciptakan inovasi busana pengantin adat Kudus modern dengan sentuhan caping kalo, yang ternyata mendapat sambutan hangat hingga harus dipesan jauh hari sebelumnya.

Setelah cukup lama berkiprah sebagai MUA, Aries menantang diri dengan menginisiasi Kudus Fashion Week (KFW) pada 2022.

Ia mengajak brand fashion lokal untuk ikut serta.

Meski awalnya banyak yang ragu, dukungan teman-teman dekat membuat event perdana itu sukses mengenalkan brand lokal hingga luar kota.

KFW digarap tanpa bantuan event organizer luar. Seluruh konsep ia rancang bersama ketiga anaknya dan rekan-rekan terdekat.

Seiring waktu, KFW berkembang dan rutin digelar setiap tahun. Namanya pun semakin dikenal hingga tingkat Jawa Tengah.

Aries bahkan dipercaya menggelar fashion show di Kementerian Perdagangan hingga Makassar.

Kini, untuk memperkuat identitasnya di dunia fashion, Aries juga merancang blus kasual limited edition agar pelanggan tidak khawatir mengenakan busana yang sama dengan orang lain.

Desainnya banyak mengusung nuansa etnik dan busana pesta.

Ia tetap melayani pesanan busana pengantin, meski tidak seintens dulu karena fokusnya kini lebih banyak pada penyelenggaraan event fashion show. (san)

Editor : Ali Mustofa
#Aris Yuni Astuti #dunia fsahion #rias pengantin #Aries Magenta #desainer #caping kalo #mua