Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dari Cermin ke Panggung, Salma Putri Harapan Menaklukkan Takut Lewat Public Speaking

Andika Trisna Saputra • Senin, 2 Februari 2026 | 06:08 WIB
Salma Putri Harapan. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
Salma Putri Harapan. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

RADAR KUDUS - Dari latihan seorang diri di depan cermin hingga tampil di panggung formal, Salma Putri Harapan menjalani proses panjang untuk menaklukkan rasa takut dan membangun kepercayaan diri melalui public speaking.

SALMA Putri Harapan, pemudi asal Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, membuktikan bahwa keberanian tampil di depan publik lahir dari proses belajar yang konsisten.

Ketertarikannya pada public speaking bermula dari keinginan memperbaiki diri dan berkembang, meski semula ia belum percaya diri berbicara di hadapan banyak orang.

Lulusan Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muria Kudus (UMK) ini mulai menekuni public speaking sejak semester satu.

Ia bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Broadcasting sebagai ruang belajar awal, tempat ia mengenal teknik berbicara, penguasaan materi, serta mental tampil di depan publik.

Kepercayaan diri yang ia miliki saat ini tidak datang secara instan.

Salma mengaku semasa SMA belum berani tampil di depan kamera.

Alih-alih menyerah, masa kuliah justru ia manfaatkan sebagai proses rebranding diri dan pencarian jati diri.

Salah satu metode belajar yang paling berkesan bagi Salma adalah latihan mandiri di depan cermin.

Di rumah, ia membiasakan diri berbicara sendiri, melatih artikulasi, intonasi, ekspresi wajah, hingga bahasa tubuh.

“Saya belajar public speaking sendiri di rumah, seringnya di depan cermin,” ungkapnya.

Dulu waktu kuliah, latihan tersebut dilakukan secara rutin.

Dalam keseharian, Salma meluangkan waktu sekitar satu jam per hari untuk belajar.

Ketika mendekati jadwal tampil, intensitas latihan ditingkatkan dengan lebih banyak praktik langsung dan simulasi acara.

Dalam proses belajar, Salma juga memiliki sejumlah role model yang menjadi rujukan.

Ia terinspirasi oleh Gita Savitri yang vokal menyuarakan isu perempuan, Maudy Ayunda yang dikenal multitalenta, Dea Rizkita sebagai MC profesional, serta Anka Tama sebagai penyiar radio.

Ia mempelajari gaya berbicara mereka, lalu menyesuaikannya dengan karakter dirinya sendiri.

Pengalaman berorganisasi turut menjadi sarana uji nyali.

Melalui UKM dan berbagai kegiatan kampus, Salma mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai peran, mulai dari host, reporter, podcaster, MC, tentor bahasa Inggris, hingga moderator, baik dalam acara semi formal maupun formal.

Kemampuan berbahasa Indonesia dan Inggris memperluas ruang belajarnya.

Salma pernah dipercaya menjadi moderator berbahasa Inggris dalam sebuah acara kampus dengan narasumber Oscar Baskoro yang membahas studi luar negeri.

Pengalaman tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kepercayaan dirinya.

Dukungan keluarga menjadi fondasi yang menguatkan langkahnya.

Ayah Salma yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) terbiasa menyampaikan sambutan dalam forum resmi.

Meski bukan berlatar belakang MC dan tanpa silsilah keluarga public speaking, orang tua Salma selalu memberi dukungan penuh terhadap minatnya.

Selain tampil di atas panggung, Salma juga menekuni voice over (VO) dan pengelolaan podcast.

Ia memilih UMK karena memiliki stasiun radio kampus yang menunjang proses belajarnya dan memberinya ruang untuk terus berlatih.

Salma juga pernah terlibat di berbagai komunitas seperti Kudus Book Party (KBP), Aliansi Yatim, dan Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Selama kuliah, ia tercatat sebagai penerima beasiswa GenBI selama dua periode.

Bagi Salma, public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara, melainkan hasil dari proses panjang yang dimulai dari keberanian berbicara pada diri sendiri.

Dari latihan di depan cermin hingga tampil di hadapan publik, setiap tahap menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun percaya diri. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#berbicara #Feature #MC #public speaking #podcast