GROBOGAN – Sentuhan kepelatihan Wahyu Teguh sukses mengantar Persipur Purwodadi melangkah ke babak 16 besar Liga IV Jawa Tengah 2026.
Dari enam pertandingan yang dijalani, tim berjuluk Laskar Petir tampil sempurna dengan menyapu bersih seluruh laga dan mengoleksi 18 poin, sekaligus memastikan diri sebagai juara Grup C.
Pada kompetisi Liga IV Jateng musim ini, Persipur menunjukkan performa impresif sejak fase grup.
Baca Juga: Peduli Pendidikan, SPPG Geyer Sisihkan CSR untuk Renovasi Sekolah di Grobogan
Tim asal Purwodadi tersebut kokoh di puncak klasemen dengan catatan statistik yang mencolok.
Enam laga dilewati tanpa satu pun kekalahan, semuanya berakhir dengan kemenangan.
Persipur mampu mengatasi perlawanan sejumlah lawan, di antaranya Mahesa Jenar Muda, Persebi Boyolali, serta Bhayangkara Muda FC Semarang.
Dari total pertandingan tersebut, Persipur mengemas 29 gol dan hanya kebobolan enam kali, sebuah rekor yang mengantarkan mereka lolos ke fase 16 besar.
Kesuksesan tim yang bermarkas di Stadion Krida Bhakti itu tak lepas dari peran besar pelatih Wahyu Teguh.
Ia menyebut capaian tersebut sesuai dengan target yang sejak awal dicanangkan manajemen dan tim pelatih.
Baca Juga: BBWS Pemali Juana Mulai Tangani Longsoran Parapet Sungai Lusi di Kuripan Grobogan
“Semua hasil ini sesuai harapan Persipur. Alhamdulillah kami bisa lolos dari fase grup dan melangkah ke 16 besar,” ujar Wahyu Teguh.
Menurutnya, kunci keberhasilan Persipur terletak pada semangat tinggi para pemain sejak tim mulai dibentuk.
Disiplin dalam latihan serta komunikasi yang terjalin dengan baik, baik di dalam maupun di luar lapangan, menjadi fondasi utama performa konsisten tim.
Wahyu menambahkan, jeda waktu menuju babak 16 besar dimanfaatkan sebaik mungkin untuk persiapan. Ia pun telah menyiapkan target berjenjang bagi timnya.
“Target berikutnya tentu lolos ke 8 besar, kemudian semifinal dan final. Harapannya, Persipur bisa melangkah hingga menembus Liga 3 Nasional,” ungkapnya.
Untuk menjaga performa pemain agar tetap tajam di setiap pertandingan, Wahyu Teguh memiliki strategi tersendiri.
Selain menjalankan latihan rutin, ia menekankan pentingnya komunikasi antara pemain senior dan junior.
“Kekompakan harus terus dijaga. Tidak boleh ada sekat antara pemain muda dan senior. Salah satu caranya, seluruh pemain wajib tinggal di mes Persipur di Stadion Krida Bhakti selama kompetisi berlangsung,” jelas pelatih yang telah menangani Persipur sejak 2009 tersebut.
Pendekatan tersebut dinilai efektif karena Wahyu Teguh telah lama menyatu dengan Persipur.
Sebelum menjadi pelatih kepala, ia pernah berperan sebagai pemain dan asisten pelatih di klub tersebut.
Pengalamannya juga terbentuk dari perjalanan melatih di sejumlah klub lain, termasuk Persikaba Blora.
Di luar tim profesional, Wahyu juga aktif membina pemain usia dini melalui dua sekolah sepak bola, yakni Purwodadi FC dan WTW TC (Wahyu Teguh Wibowo Training Center).
SSB WTW TC bahkan sempat menorehkan prestasi nasional dengan meraih gelar juara Kejurnas Liga Forum SSB Indonesia (FOSSBI) U-14 pada November 2021.
Selain menekuni dunia kepelatihan, Wahyu Teguh juga merambah dunia usaha.
Meski sempat mengalami kegagalan di salah satu bidang bisnis, ia terus mencoba hingga akhirnya menemukan kestabilan melalui usaha jual beli sepeda motor trail mini. (mun)
Editor : Ali Mustofa