Aan Ainun Najib, memanfaatkan pola kreatifnya untuk memajukan desa membikin wisata Kalisuru. Kini meritintis kafe alam diberi nama Panorama Kedai Rooftop.
Tidak hanya tempat berdagang juga menjadi pusat informasi, pertemuan dan pengembangan ide kreatif.
WISNU AJI, Rembang
Di Desa Kumbo, Kecamatan Sedan, berdiri kedai iconik. Mirip kafe-kafe di Tawangmangu, Karanganyar.
Saat ini menjadi tempat kongkow favorit anak muda, dewasa hingga keluarga.
Ramai pengunjung, menjadi saksi nyata inovasi perangkat desa setempat.
Dialah Aan Ainun Najib, yang tidak hanya sibuk mengurus administrasi dan pelayanan masyarakat, waktu luang mengelola bisnis kedai yang menjadi pusat aktivitas warga.
Sehari-hari pakai pakaian dinas, melayani warga yang membutuhkan surat pengantar, bantuan, atau sekadar berdiskusi. Sore hari bertukar peran.
Meja kerjanya berganti dengan meja kasir atau kantor wirausahanya. Lantai atas digunakan kedai, bawah biro perjalanan wisata.
Kedai yang diberi nama Panorama Kedai Rooftop Rembang berlokasi di Desa Kumbo Kecamatan Sedan, tepatnya di jalan Gandrirojo ke arah Lasem berada ditepi jalan yang lebar dan bagus. Atau bisa diakses Google maps Panorama Kedai Rooftop Rembang
”Berawal dari melihat pemandangan yang indah setiap kali berada di depan rumah sehingga membuat saya terinspirasi untuk membuat kedai rooftop,” kata pria yang lahir tanggal 22 November 1993.
Aan begitu sapaanya terinspirasi juga dari beberapa kafe rooftop yang ada di wilayah Jogja dan Batu Malang. Disana menyajikan pemandangan alam yang indah dan cocok untuk bersantai.
”Ini saya dapat karena saya juga memiliki biro perjalanan wisata yang kami berinama Aan Wisata dan setiap kali ngetrip ke wisata alam mempunyai pemikiran untuk mendirikan kedai rooftop dengan pemandangan alam yang indah,” sambungnya.
Panorama Kedai Rooftop merupakan sebuah kedai Rooftop yang menyajikan pemandangan alam yang indah.
Dengan view landscape 180° pemadangan pegunungan, mulai dari gunung Panggang, Argopuro, Kumbo, Ngroto hingga gunung Nganten di Lemah putih.
Berawal dari iseng-iseng mencoba untuk membuka bisnis kuliner, dengan sajian pemandangan alam yang indah, ternyata membuat pengunjung banyak berdatangan.
Dibuka awal Agustus 2025, dengan jam buka pukul 14.00 hingga 22.00. Dan setiap hari Kamis tutup. Biasanya pengunjung lebih ramai pada akhir pekan.
Dan lebih ramai kunjungan dilakukan sekitar pukul 16.00 hingga 18.00, karena pengunjung menunggu momen sunset di Panorama.
”Bukan hanya pengunjung dari dalam kota, tapi juga ada pengunjung dari luar kota, yaitu dari Tuban dan Pati,” ujarnya.
Menu yang disediakan juga bervariasi, mulai dari jenis mie, dari mie goreng, mie Chili oil hingga seblak prasmanan.
Untuk makanan ringan tersedia banyak pilihan, ada kentang goreng, sosis bakar, nugget, pentol bakar, mix platter dan lain sebagainya.
Untuk minuman tersedia minuman matcha, taro, dark coklat, cappucino, lemon tea dan lain sebagainya.
Momen aktivitas tersebut biasa di ungah media sosial. Instagram dan Tiktok @panorama_kedairooftop.
”Kami selalu berupaya untuk mengevaluasi pelayanan setiap hari. Mulai dari kelengkapan fasilitas hingga menu dan pelayanan yang tersedia. Kami akan mempersiapkan parkir yang layak baik untuk kendaraan roda 2 maupun roda 4,” komitmennya.
Jam terbang Aan cukup tinggi. Pernah juga mendirikan wisata alam dengan nama Wisata Kalisuru yang masih berada di wilayah sama Desa Kumbo.
Wisata Kalisuru yang ia ketuai dan digagas bersama kelompok pemuda setempat tersebut akhirnya tutup dan tidak beroperasi lagi. (noe)
Editor : Ali Mustofa