Di balik rumah sederhana di Kelurahan Bangkle, Kecamatan/Kabupaten Blora, tersimpan lebih dari 142 piala milik Pradhigta Aditya Satriawan.
Siswa SD Negeri Tempelan ini, membuktikan usia bukan penghalang untuk meraih prestasi gemilang.
ARIF FAKHRIAN KHALIM, Blora
Pradhigta bukanlah nama yang asing di dunia pramuka. Sejak balita, ia sudah akrab dengan kegiatan kepanduan berkat sang ayah, Wahyu Tri Satyana yang aktif di gerakan pramuka.
Kecintaannya terhadap gerakan yang dipelopoi Baden Powell itu, tumbuh alami dan membentuk karakter disiplin, kreatif, dan berjiwa kepemimpinan.
Tak hanya itu, ia juga ahli dalam berbagai bidang. Selain pramuka, juga cakap di bidang seni hingga pecinta alam.
Di ruang tamu rumahnya, piala-piala berbagai lomba dari sejumlah daerah seperti Blora sendiri, Grobogan, Pati, Bojonegoro, Ngawi, Solo, hingga Semarang tertata rapi.
Setiap piala menjadi bukti perjuangan, kerja keras, dan ketekunannya dalam menekuni setiap bidang yang ia cintai.
”Saya suka pramuka karena banyak teman dan pengalaman seru. Dari kecil sudah terbiasa ikut kegiatan pramuka. Jadi, sudah seperti keluarga sendiri,” ucap Pradhigta.
Tak hanya jago di pramuka, Pradhigta juga berbakat di bidang seni.
Hobi mewarnai dan menggambar sejak duduk di bangku teman kanak-kanak (TK) membawanya meraih berbagai penghargaan.
Bahkan, ia pernah mewakili sekolahnya di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Kabupaten Blora.
”Menggambar itu seperti bercerita, tapi lewat warna dan garis. Saya senang bisa mengekspresikan imajinasi saya,” tuturnya.
Pradhigta juga aktif mendaki gunung dan berkemah bersama komunitas Densapa Blora.
Baginya, alam adalah guru terbaik yang mengajarkan arti kesederhanaan dan tanggung jawab.
”Rasanya saat di gunung atau pantai itu damai. Saya ingin mengajak teman-teman tidak hanya jalan-jalan, tapi juga menjaga kelestarian alam,” ujarnya penuh semangat.
Anak yang berusia 13 tahun itu, merupakan bukti nyata bahwa kreativitas, disiplin, dan kecintaan pada lingkungan bisa berjalan beriringan.
Dari 142 piala yang telah dia koleksi, tersimpan pesan bahwa prestasi sejati bukan hanya tentang juara, tapi juga tentang perjalanan, persahabatan, dan dedikasi pada kehidupan.
”Dengan semangat pantang menyerah, saya menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk terus berkarya, berprestasi, dan mencintai alam sekitar,” imbuhnya. (*/lin)
Editor : Ali Mustofa