Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 di Kabupaten Kudus sudah bisa dirasakan masyarakat.
Sekarang, masyarakat dan petani di Desa Kandangmas bisa mengangkut hasil pertanian lebih mudah.
Perbaikan infrastruktur itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
GALIH ERLAMBANG W, Kudus, Radar Kudus
Hijaunya ladang pertanian menyelimuti lahan produktif di tanah Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Masyarakat desa itu menggantungkan nasibnya dari hasil bumi tersebut.
Saat musim penghujan tiba, masyarakat Desa Kandangmas harus berjibaku memanen hasil bumi yang di tanam di tanah pertaniannya itu.
Kondisi Jalan Usaha Tani (JUT) tidak mendukung untuk dilintasi. Akses kendaraan pengangkut sering terhambat lantaran kondisi jalan tersebut belum diaspal dan masih berupa tanah.
Hal serupa dialami pada akses jembatan di Dukuh Masin yang berada di tengah lahan pertanian milik warga.
Semula jembatan itu terputus karena diterjang derasnya air sungai. Jembatan tersebut merupakan akses penting untuk mengangkut hasil pertanian.
Serta sebagai akses yang lebih dekat menuju lokasi wisata religi Makam Masin.
Kini tepat 21 Agustus 2025 petani dan masyarakat Desa Kandangmas bisa bernapas lega.
JUT sepanjang 1.250 meter mendapatkan perawatan betonisasi dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 oleh Kodim 0722/Kudus.
Begitu juga akses jembatan di Dukuh Masin, Desa Kandangmas telah mendapatkan perbaikan. Kini warga tidak perlu melintas lebih jauh lagi.
Akses ke Makam Masin yang dulunya bisa berlangsung 25 menit, kini cukup ditempuh 10 menit saja.
Salah satu petani kencur di Desa Kandangmas, Samianto mengaku, kenangan pahit dirasakannya saat akses jalan tersebut belum dibetonisasi oleh anggota TNI Kodim 0722/Kudus.
Saat mengambil hasil panen ia pernah terjatuh di JUT tersebut. Hal itu dikarenakan jalan masih berupa tanah liat.
”Dulu sangat rekoso (Susah) banget sering nibo tangi (Jatuh bangun) karena jalannya licin. Akhirnya kami terpaksa menyewa ngojek untuk panen ini menambah beban biaya panen,” katanya.
Samianto bersyukur terhadap kondisi akses jalan yang telah diperbaiki. Dia berterima kasih kepada Satgas TMMD Reguler ke-125 Kodim 0772/Kudus yang telah memperbaiki jalan menuju lahan pertanian.
Petani kini lebih ayem dan berharap sejahtera ke depannya.
”Alhamdulilah akses jalan kini lebih mudah dan ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Inf Hermawan Setya Budi berujar pemilihan lokasi TMMD Reguler ke-125 di Desa Kandangmas sengaja sebagai sasaran.
Kondisi itu dilihat potensi hasil pertanian dan penyumbang hasil pangan di Kabupaten Kudus cukup besar.
Masyarakat desa mengalami kendala yang cukup berarti untuk memproses hasil bumi itu. Terutama pada akses pertanian yang kurang memadai.
Masyarakat Desa Kandangmas bersemangat dan ingin keluar dari kondisi sulit itu.
Mereka bergotong royong dengan Satgas TMMD Reguler memperbaiki akses jalan dan jembatan agar mendapatkan infrastruktur yang layak.
”Kami juga mempunyai sasaran non fisik seperti pendidikan bela negara, penyuluhan kepada pemuda, ibu-ibu PKK, serta penyuluhan menekan angka stunting,” kata Dandim Hermawan menjelaskan.
Dandim berpesan kepada warga dan Pemerintah Desa Kandangmas untuk merawat hasil dari TMMD Reguler ke-125 itu. Dengan begitu, harapan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat lebih panjang.
TMMD Reguler ke-125 resmi ditutup pada Kamis (21/8) dan berlangsung meriah.
Pemecahan Rekor MURI dilangsungkan dengan menghadirkan 1.700 siswa SMP menari Tari Kretek. Masyarakat Desa Kandangmas tampak bahagia.
Selain jalan warga mendapatkan bantuan fisik berupa enam sumur bor untuk mengairi lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sekaligus pembangunan enam Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Saat penutupan TMMD tersebut, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin turut hadir.
Dia mengapresiasi kegiatan dan hasil TMMD Reguler ke-125 di Desa Kandangmas. Ia berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil TMMD tersebut.
”Secara umum semuanya sudah mencapai target yang diharapkan. Dengan TMMD ini kami ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Pangdam Achiruddin.
Terpisah Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, dukungan anggaran dari pemerintah daerah dikucurkan untuk mensukseskan program TMMD Reguler ke-125 Kodim 0722/Kudus. Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 1,6 miliar.
Program TMMD Reguler ke-125 ini merupakan wujud nyata darmabakti serta komitmen TNI dalam membantu pemerataan pembangunan serta memperkuat ketahanan nasional di Kudus.
”TMMD bukan hanya sekadar kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong-royong dan kebersamaan, serta sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” tandasnya.
Editor : Ali Mustofa