Ahmad Amirul Murtadho, anak seorang buruh berhasil lolos masuk Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta.
Dia bakal mendapat beasiswa dari Bupati Pati Sudewo Rp 2,5 juta per bulan.
ACHMAD ULIL ALBAB, Pati
Hati pemuda bernama lengkap Ahmad Amirul Murtadho ini, sedang berbunga-bunga.
Tidak sedang jatuh cinta. Tetapi Irul -sapaan akrabnya- sedang meniti tangga untuk menjemput masa depan yang lebih cerah.
Dengan harapan mampu mengubah nasib diri dan keluarganya.
Pemuda asal RT 3/RW 7, Desa Tawangrejo, Kecamatan Winong, Pati, ini berhasil meraih prestasi luar biasa.
Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang.
Irul berhasil lolos kuliah di jurusan kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang telah terakreditasi unggul.
Irul menjadi satu-satunya mahasiswa dari Kabupaten Pati yang lolos jurusan kedokteran.
Untuk itu, dia menerima beasiswa berprestasi khusus dari Bupati Pati Sudewo.
Melalui program ini, dirinya memeroleh bantuan Rp 2,5 juta per bulan untuk menunjang biaya kuliahnya.
Pemuda berusia 18 tahun ini, merupakan lulusan SMA Negeri 1 Pati.
Namun, di balik kesuksesan akademiknya tersebut, tersimpan perjuangan hidup yang berat.
Ayah Irul, A. Ghozali saat ini tidak lagi bekerja, akibat kebutaan pascagagal menjalani operasi.
Sementara ibunya, Mutiah hanya bekerja serabutan sebagai buruh dengan penghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan.
Selain itu, ibunya juga harus merawat suami dan orang tua yang sedang sakit.
Mutiah mengisahkan, sejak kecil Irul dikenal pendiam. Namun di balik sifatnya yang tenang itu, tersimpan ketekunan dan kecerdasan yang menonjol.
”Anak ini dulu pendiam sekali. Nggak nyangka sekarang bisa bicara dengan percaya diri. Sejak MI kelas III dia mulai kelihatan bakatnya. Gurunya bilang; ’Bu, ini anak pintar, tapi pendiam.’ Dia juga pernah juara lomba IPA sampai ke Tegal,” ujar Mutiah menceritakan masa kecil anaknya itu.
Mutiah juga mengenang kebiasaan Irul yang sejak kecil rajin mengaji dan tidak tergoda main handphone.
Setiap habis Salat Ashar, Irul langsung membaca Alquran hingga menjelang waktu Maghrib.
Sementara itu, Irul sendiri mengaku sudah memiliki cita-cita menjadi dokter sejak duduk di bangku kelas IV SD.
Dia sejak kecil juga menggemari mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). ”Dulu saat ditanya guru, saya selalu menjawab ingin jadi dokter,” kenangnya.
Sementara itu, di SMA 1 Pati, dia sangat didukung oleh guru-gurunya. Mereka memberi motivasi bahwa jadi dokter bisa dimulai dari niat dan perjuangan keras.
Ia juga menyebut, motivasi terbesarnya adalah keyakinan bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi siapa pun yang berusaha.
”Yang penting kita berjuang dulu. Masalah jalan dan rezeki, itu urusan Tuhan. Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan ini (lolos kuliah di jurusan kedokteran dan mendapat beasiswa, Red),” ucapnya.
Beasiswa yang diterima Irul berasal dari program beasiswa bupati Pati bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.
Khususnya bagi yang diterima di jurusan kedokteran.
Program ini, menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam mendorong generasi muda meraih pendidikan setinggi-tingginya tanpa terkendala ekonomi.
Tidak lupa Irul mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati Pati Sudewo terhadap dunia pendidikan dan anak-anak muda di Bumi Mina Tani.
Menurutnya beasiswa itu sangat membantu dan mendukung studinya nanti.
”Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati atas kepeduliannya. Semoga nanti saya bisa kembali dan mengabdi di Kabupaten Pati sebagai dokter,” cetus Irul.
Editor : Ali Mustofa