BERMULA dari sekadar membersamai sang kakek, kini Isnawati mulai memainkan peran penting. Yakni menjadi dalang wayang krucil.
Semula ia hanya menjadi pemain gamelan, mengiringi sang kakek mentas. Namun perlahan ia mulai unjuk gigi. Sehingga kini terus tampil di mana-mana.
Ia meneruskan perjuangan sang kakek, melestarikan budaya dan kesenian.
Bahkan tercatat satu-satunya dalang perempuan di Blora.
Ia memang sudah lazim dengan alunan musik gamelan dan alur cerita perwayangan.
Karena ia turut mengelola Sanggar Seni Isnamukti bersama sang kakek, Mbah Pasiran.
Sehingga ketika perlahan mulai didapuk untuk menjadi dalang, ia tak canggung.
Dengan mudah menguasai panggung.
Perempuan 23 tahun asal Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong itu sudah tampil di berbagai pagelaran.
"Dulu sih mendadak dijadikan asisten dalang oleh kakek saat pertunjukkan penting di Bali. Dua tahun lalu. Tepatnya 2023," paparnya.
Ia waktu itu tampil di acara festival wayang internasional. Dari situlah ia perlahan mendalami dunia perwayangan.
Padahal sebelumnya hanya penabuh gamelan.
"Akhirnya terus sering jadi dalang di acara-acara desa seperti gas deso atau sedekah bumi," tuturnya.
Tak hanya itu, saat ini Isna juga ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Blora untuk mengikuti kompetisi Pemuda Pelopor bidang Seni dan Budaya tingkat nasional.
"Selain itu, saya juga diberi tanggung jawab untuk mewakili Blora untuk menjadi pemuda pelopor yang diselenggarkan kementerian,’’ ujarnya.
Prestasi tersebut tak lepas dari sisi historis Isna. Ia mengatakan, darah seni wayang yang turun menurun tersebut, terkoneksi dalam satu keluarganya.
"Di Rumah kami punya sanggar. Jadi kami berlatih setiap minggunya," ujarnya.
Ia pun akui, dunia perwayangan perlu diselamatkan dari gerusan zaman.
Ia berharap, segala upaya seperti mengurus sanggar dan memberikan pendidikan, bisa mencontohkan ke pemuda seusianya untuk melestarikan kesenian wayang yang mulai ditinggalkan.
'Maka dari itu, yang muda-muda seperti saya ini, sudah seharusnya hadir melestarikan budaya lokal. Apalagi wayang krucil. Itu khas Blora," tambahnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa