JEPARA - Perajin monel asal Desa Bakalan RT 8/ RW 1, Kecamatan Kalinyamatan Subandi berdayakan ratusan warga setempat untuk membuat ratusan ribu gelang haji.
Hal itu dilakukan dengan sistem kerja harian dan borongan.
Subandi telah dipercaya sejak 2009 silam untuk membuat gelang jemaah haji dari seluruh Indonesia.
Saat ini pihaknya tengah mengebut proses pengerjaan 221 ribu gelang di tempat produksi yang berada di sebelah rumahnya.
Dari 20 embarkasi di Indonesia, semuanya dikerjakan Subandi dan para pekerja yang merupakan tetangga rumahnya.
“Di sini bekerja harian dan borongan. Yang harian antara 26-30 pekerja. Sementara yang borongan dikerjakan di rumah-rumah termasuk yang dikirim ke embarkasi nanti mencapai 300-an,” ungkapnya Sabtu (15/3).
Sejumlah 221 ribu gelang tersebut masih dimungkinkan mengalami penambahan.
Subandi menyebutkan bahwa tambahan kuota haji biasanya 10-20 ribu dalam satu kali musim.
“Tahun kemarin ada tambahan kuota 20 ribu,” singkatnya.
Proses pengecatan diketahui mulai dari pemilihan bahan baku stainless steel 304 kualitas terbaik.
Kemudian dilakukan pemotongan sesuai ukuran dengan lebar 1 cm dengan panjang 20 cm. Setelah itu penghilangan noda pada plat dan diamplas.
Lantas disablon sesuai embarkasi dan disesuaikan berdasarkan cetakan, lalu diberi warna dan dipotong satu-satu.
“Setelah itu baru finishing dan di-packing untuk di kirimkan ke embarkasi. Kami juga mengirimkan pekerja ke sana, 4-8 orang sesuai banyak atau tidaknya jemaah. Di sana nanti dituliskan nama-nama jemaah dan gelang dilengkungkan supaya dapat dipakai,” jelasnya. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa