Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jejak Karya Ulama Manuskrip Tua di Perpustakaan Masjid Jami Lasem: Ada Syarah Fathul Muin Ditulis Tangan Berusia Ratusan Tahun

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Senin, 3 Maret 2025 | 16:45 WIB

 

BERUSIA TUA: Abdullah Hamid, edukator di Museum Masjid Jami Lasem menunjukkan syarah Kitab Fathul Muin yang ditulis oleh Sayyid Abdullah.
BERUSIA TUA: Abdullah Hamid, edukator di Museum Masjid Jami Lasem menunjukkan syarah Kitab Fathul Muin yang ditulis oleh Sayyid Abdullah.

Perpustakaan dan Museum Masjid Jami Lasem bersemangat mengumpulkan karya-karya ulama pada masa lampau.

Salah satunya adalah Syarah Fathul Muin yang ditulis Sayyid Abdullah. Kitab tersebut diduga sudah ada sejak tahun 1800-an.

VACHRI RINALDY L, Rembang, Radar Kudus

Berbagai kitab kuno disimpan di Museum Masjid Jami Lasem.

Beberapa disimpan di dalam rak kaca. Selain kitab, juga ada benda-benda lain. Seperti guci dan perkakas-perkakas lainnya.

Benda-benda yang dipajang dalam ruang display itu sepertinya baru sebagian besar saja.

Ada juga beberapa koleksi yang belum dipajang. Salah satunya adalah Syarah Kitab Fathul Muin yang ditulis oleh Sayyid Abdullah.

Diperkirakan, tokoh tersebut berasal dari Desa Tuyuhan, Pancur.

Abdullah Hamid, Edukator di Museum Masjid Jami Lasem menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengoleksi sekitar 15 manuskrip. Dari jumlah tersebut Syarah Kitab Fathul Muin yang diketahui nama penulisnya.

"Kalau kitab manuskrip 15, (Syarah Kitab Fathul Muin) yang diketahui (nama penulisnya). Ada beberapa kitab yang tidak diketahui penulisnya," jelasnya.

Abdullah Hamid sangat berhati-hati ketika membuka kitab tersebut. Jika dilihat sekilas bentuknya memang nampak tua. Bagian pinggir halaman sudah terkikis. Warna kertas juga terlihat lawas.

NASKAH KITAB: Tulisan pada Kitab Sayrah Fathul Muin yang disimpan di Perpustakaan Mas jid Jami Lasem.
NASKAH KITAB: Tulisan pada Kitab Sayrah Fathul Muin yang disimpan di Perpustakaan Mas jid Jami Lasem.

Abdullah membuka halaman demi halaman. Meski terlihat tua, tulisannya masih nampak jelas.

Di pinggir-pinggir kitab Fathul Muin tersebut juga terdapat keterangan-keterangan yang ditulis tangan.

Abdullah menjelaskan, syarah tersebut ditulis oleh Sayyid Abdullah asal Desa Tuyuhan, Pancur, Rembang. Diperkirakan sudah ada sekitar tahun 1700 an.

Naskah tersebut juga sudah terdigitalisasi.

"Kitab syarah. Kitab syarah itu artinya kan keterangan. Kitab yang sudah masyhur terkenal kan Fathul Muin. Ini sudah di-syarahkan. Tulisan tangan. Fathul Muin itu kitab Fiqih," jelasnya.

Ia menjelaskan memang sementara ini belum ada pihak yang meneliti secara utuh.

Beberapa waktu lalu, ada tim dari salah satu universitas yang melakukan inventarisasi untuk dilakukan digitalisasi.

"Belum ada yang meneliti secara utuh. Hanya menginventarisasi dan mengantarkan untuk digitalisasi," jelasnya.

Disinggung soal siapa sosok Sayyid Abdullah itu, ia juga belum bisa menjelaskan secara detail.

Abdullah Hamid bilang, biasanya dalam satu fase zaman memang terdapat tokoh-tokoh yang menonjol.

Namun nama Sayyid Abdullah belum terlalu familiar.

"Biasanya dalam satu fase zaman ada tokoh. Beliau itu hidup di satu zaman fase ulama yang tidak menonjol. Cuman penulis. Kalau ini (Sayyid Abdullah) dikenal tulisannya," jelasnya.

Abdullah sendiri mendapatkan tulisan tersebut dari masyarakat yang memiliki hubungan dengan murid dari KH Baidhowi.

"Inikan tulisan tangan, bukan cetak. Ini kan dari salah seorang murid Mbah Baidlowi Lasem. Kitab ini dulu dipegang Muridnya Mbah Baidlowi. Punya mantu, mantunya itu dikasih ke saya," jelasnya. (*/him)

 

Editor : Ali Mustofa
#Masjid Jami lasem #karya ulama #perpustakaan #rembang #manuskrip #kitab fathul muin