Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Nanal Ainal Fauz, Sosok Kiai Muda Pati yang Produktif Menulis Kitab, Karyanya Jadi Referensi Ulama Nusantara

Achmad Ulil Albab • Minggu, 2 Maret 2025 | 18:08 WIB

 

KARYA: Kiai muda Pati Nanal Ainal Fauz menunjukkan kitab karyanya.
KARYA: Kiai muda Pati Nanal Ainal Fauz menunjukkan kitab karyanya.

Kegemaran menulis catatan dan mengkaji karya tulis ulama Nusantara mengantarkan Gus Nanal produktif menulis kitab hingga hari ini.

Beberapa kitabnya menjadi kajian-kajian di sejumlah pondok pesantren.

ACHMAD ULIL ALBAB, Pati, Radar Kudus

Jam di tangan menunjukkan pukul 14.30, rumah sederhana milik kiai muda itu mulai dipenuhi dengan para santri. Mereka hendak mengikuti ngaji rutin di bulan puasa.

Anak-anak seusia madrasah tsanawiyah itu langsung duduk rapi di salah satu ruang yang penuh dengan buku dan kitab-kitab koleksi dari kiai muda itu.

Tak berselang lama kiai muda itu muncul dan langsung duduk di depan dampar kayu. Pengajian dimulai. Kiai muda itu bernama Nanal Ainal Fauz.

Orang-orang biasa menyebutnya dengan Gus Nanal. Usianya masih muda, baru 30 tahun.

Gus Nanal menjadi pengasuh Ponpes Manba’us Sa’adah di Desa Bermi Kecamatan Gembong.

Selain mengasuh pesantren, pria yang pernah belajar (setara madrasah aliyah) di Damaskus, Syria ini juga memiliki kesibukan sebagai penerbit Turats Ulama Nusantara.

Penerbit yang konsen melestarikan warisan karya tulis dari para ulama-ulama Nusantara.

Saat ini sudah terkumpul ribuan karya tulis para ulama Nusantara. Gus Nanal juga dikenal sebagai penulis kitab yang produktif. Total sudah ada 10 kitab yang ditulis dan diterbitkan.

“Kalau 10 sudah ada, alhamdulillah banyak yang berminat dan menjadi kajian-kajian di sejumlah pesantren. Seperti di Termas, Lasem, Jepara dan banyak lainnya. Saat ini masih ada draf 5 karya tulis lagi, sambil mengumpulkan energi semangat untuk menyelesaikannya,” ungkap pria kelahiran Demak ini.

Menulis kitab sendiri bagi Gus Nanal dapat mendekatkan dirinya dengan mudah kepada para ulama. Hal itu menjadi salah satu semangatnya.

“Dengan punya kitab bisa lebih dekat dengan ulama, kitab isa mudah diterima karena nyambung. Para kiai kan lebih suka dibawakan hadiah kitab/buku,” paparnya.

Beberapa kitab yang ditulisnya antara lain adalah Hujjah Ahlis Sunnah Wal Jamaah bi Lisan Ulama Indonesia Abral Ushur.

Kitab ini berisi soal amaliyah ahlussunah waljamaah dari kacamata ulama Nusantara misalnya KH Fadhol Senori Tuban dan lain-lain.

Selain itu ada juga Almisku Al Faih, sebuah kitab yang berisi kumpulan dawuh dari KH Hasyim Asyari terkait beragam persoalan.

Karya lainnya adalah Ats-Tsabat Al-Indunisi, sebuah kitab yang memuat aftar nama kitab-kitab karya ulama Indonesia dengan disertai sanad yang nyambung. 

Laku menulis Gus Nanal ini tumbuh saat karena keadaan. Saat itu waktu masih di usia madrasah tsanawiyah, dirinya sudah mulai membuat coretan-coretan bakal tulisan.

“Pada tahun 2010 ayah saya mendapat panggilan ibadah haji karena itu harus meninggalkan pesantren saya dipasrahi. Kemudian saya buat coretan-coretan soal nahwu untuk memudahkan pemahaman kepada santri, dari situ mulai terbiasa menulis. Dari coretan-coretan,” papar alumni S-1 Pendidikan Bahasa Arab STAI Imam Syafi ’i Cianjur.

Bahkan karya tulis pertamanya juga lahir dari coretan-coretan, hingga akhirnya dibukukan.

“Dulu keterangan-keterangan dari guru saya catat, tak masukkan ke Facebook, ada orang yang bilang kalau tidak dibukukan eman. Jadilah saya kumpulkan dan diberi judul AL Fawaid Al Fesbukiyah, berisi catatan-catatan tentang hal-hal yang memotivasi, Sejarah ulama Nusantara, ada sebagian keterangan guru-guru ngaji juga,” papar pria yang juga aktif sebagai pengurus LTN PWNU Jawa Tengah ini. (*)

Editor : Ali Mustofa
#kitab #pati #pondok pesantren #kiai muda #Santri #Nanal Ainal Fauz #menulis