Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Lebih Dekat Sosok Imam Subhi, Perawat yang Jadi Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara

Moh. Nur Syahri Muharrom • Selasa, 7 Januari 2025 | 23:27 WIB

 

FOKUS: Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara mengkhitan salah seorang anak di rumah khitan miliknya beberapa waktu lalu.
FOKUS: Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara mengkhitan salah seorang anak di rumah khitan miliknya beberapa waktu lalu.

IMAM Subhi, meski sudah jadi anggota DPRD Jepara, sosok yang memiliki latar belakang bidang kesehatan dan berprofesi sebagai perawat ini tetap aktif di bidangnya itu.

Salah satunya sebagai juru sunat atau khitan. Itu menurutnya juga bisa jadi ajang interaksi bersama masyarakat. Sekaligus serap aspirasi.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

Dengan setelan baju safa ri dilengkapi peci hitam, sosok tersebut masuk gedung DPRD Jepara sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, ia bersama jajaran Komisi C memiliki agenda melayani audiensi dengan sejumlah pekerja di Jepara.

Sosok tersebut tak lain adalah Imam Subhi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara.

Di komisi tersebut, memang membidangi hal tentang kesejahteraan rakyat.

Meliputi sosial, pendidikan, kesehatan, olahraga dan pemuda, pemberdayaan masyarakat dan perempuan, perlindungan anak, KB, perpustakaan dan arsip daerah, RSUD dan RSKD, hingga mental dan spiritual.

Komisi tersebut sesuai dengan latar belakang Imam yang berasal dari petugas kesehatan.

Sebelum menjabat sebagai anggota dewan, ia adalah seorang perawat. Bahkan, profesinya tersebut masih dijalaninya.

Ia maju dalam pencalonan DPRD Jepara itu pun atas dorongan dari pengalaman menjalankan profesinya sebagai perawat.

”Kami harus ber fikir bagaimana bisa mengadvokasi kebijakan kesehatan di pemerintah. Kalau dulu masih aktif sebagai perawat, tentu tidak bisa mengadvokasi ke pemerintah. Karena sebagai pelaksana," ungkap sosok yang juga jadi Sekretaris DPD PPNI Jepara tersebut.

"Tapi hari ini karena di Wakil Ketua Komisi C, kami mengupayakan mengadvokasi baik tenaga kesehatan, masyarakat, hingga pelayanan kesehatan. Karena kami ingin masyarakat sehat, mendapat pelayanan baik, faskes memiliki sarpras lengkap,” lanjutnya.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang anggota dewan, ia tetap aktif dengan profesi aslinya sebagai seorang perawat.

Salah satu tugas yang masih dijalaninya adalah menjadi juru sunat atau khitan.

Lulusan Stikes Cendekia Utama Kudus itu mengakui, selepas lulus kuliah yang ia lakukan pertama adalah jadi juru sunat.

Baginya, menjadi juru sunat itu bukan sebatas pekerjaan, melainkan juga bisa memberi manfaat ke masyarakat.

Sebab itu, tak jarang ketika ada sosok-sosok dari kalangan yatim atau dhuafa, ia beri pe layanan khitan gratis.

Itu sudah diberlakukannya sejak awal ia mendirikan rumah khitan di tahun 2014 lalu.

Prinsip bermanfaat bagi orang lain itu yang dipegangnya sehingga ia tetap aktif menjadi juru khitan.

Meskipun, saat ini ia disibukkan dengan tugas sebagai anggota DPRD.

”Saya punya komitmen sejak dahulu kala, sebelum nyaleg,” kelakar sosok kelahiran Jepara, 12 Mei 1990 tersebut.

Menurut Imam, jadi juru khitan di tengah kesibukannya jadi anggota DPRD Jepara bisa jadi ajang interaksinya bersama masyarakat. Sekaligus serap aspirasi. (*/war)

Editor : Ali Mustofa
#perawat #kesehatan #jepara #imam subhi #anggota dewan #dprd #rakyat