Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok dan Profil Suparwan yang Dulu Modin, Kini Jadi Doktor sekaligus Sekdes Grobogan Berprestasi

Intan Maylani Sabrina • Selasa, 31 Desember 2024 | 22:55 WIB
VISIONER: Sekdes Jatilor, Kecamatan Godong, Grobogan saat di ruangan kerjanya.
VISIONER: Sekdes Jatilor, Kecamatan Godong, Grobogan saat di ruangan kerjanya.

NAMANYA Suparwan. Dia merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan yang menjadi satu-satunya Sekdes bergelar doktor di Grobogan.

Meski di usianya yang menginjak 44 tahun, Suparwan tetap terus belajar. Usia tak menghalanginya untuk bisa memiliki gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya.

Jauh sebelum menjadi sekdes pada 2019, Suparwan berangkat dari seorang modin sejak 2005 sampai 2016.

Kariernya tersebut terus membawanya hingga menjadi bagian dari perangkat desa di Desa Jatilor.

Pria kelahiran Demak, 22 Januari 1980 ini menceritakan perjalannya menempuh S3.

Dia membutuhkan waktu enam semester atau tiga tahun lamanya. Semangat dan antusias tinggi sebagai promovenda, turut mengantarkan Suparwan mendapatkan predikat cumlaude.

Selama kuliah, dia harus wara-wiri Grobogan-Surabaya setiap dua pekan sekali.

Hal itu dilakukan saat memasuki semester 4. Dia harus mulai bimbingan disertasi.

"Sempat ada pengalaman berkesan selama mengerjakan disertasi. Pada saat itu juga bersamaan dengan penilaian Desa Antikorupsi oleh KPK. Sehingga saya harus pintar membagi waktu antara pemenuhan evidence Desa Antikorupsi dan mengerjakan disertasi," kesannya.

Beruntungnya, pengalamannya menjadi sekdes malah membantunya mempermudah dalam mengerjakan disertasi.

"Alhamdulillah bisa clear dua-duanya dengan predikat cumlaude nilai 3,92. Sedangkan Desa Antikorupsi berhasil dengan predikat AA (Istimewa) dengan skor 96," ungkapnya.

Selain itu, pada waktu yang bersamaan juga ada penilaian Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Provinsi Jateng. Berkat kegesitannya mendapatkan predikat Sempurna dengan skor 100.

"Saat itu penilaian Oktober 2023, sedangkan ujian terbuka pada 21 November 2023. Jadinya disertasi saya, langsung saya praktikkkan di desa dengan prestasi-prestasi tersebut," bangganya.

Suparwan menceritakan judul disertasi promovendus 'Pengaruh Kompetensi, Komitmen Organisasi, Teknologi Informasi dan Good Village Governance (GVG) terhadap Manajemen Keuangan Desa dan Kinerja Keuangan Desa di Kabupaten Grobogan' ternyata membawanya meraih gelar tersebut.

Kerennya, disertasi tersebut langsung dipraktikkan di desanya dan membawa desanya meraih prestasi yang membanggakan.

Diungkapkan, disertasinya tersebut menghasilkan 13 poin.

Salah satunya kompetensi SDM berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan desa.

Semakin tinggi kompetensi SDM pejabat desa di Kabupaten Grobogan, maka akan meningkatkan kinerja keuangan desa itu sendiri.

"Agar mencapai Good Village Governence di Kabupaten Grobogan ini, baginya organisasi perangkat desa perlu melakukan identifikasi kebutuhan SDM untuk mengembangkan strategi rekrutmen, serta mengembangkan dan evaluasi program pelatihan terkait dengan pelaksanaan aktivitas manajemen keuangan desa," ungkapnya.

Kini dengan gelarnya itu, Suparwan ingin memotivasi ke rekan-rekannya. Jika 'long life education' bisa menjadi bekal selamanya. Di mana ilmu sampai mati tidak akan habis.

"Terus belajar baik secara akademis maupun best practice  (praktik baik) di lapangan, sehingga benar-benar terus mengasah diri untuk menebar kebaikan dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (*)

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#grobogan #berprestasi #Doktor #sosok #pemkab grobogan #Sekdes