Bisa bergabung menjadi pendidik di SMA Pradita Dirgantara merupakan impian Oscar Yustino Carascalo sejak ia prestasi sekolah tersebut.
Tak disangka, sejak September 2024 dia malah diamanahi menjadi kepala sekolah yang berada di bawah naungan TNI AU itu.
INTAN MAYLANI SABRINA, Radar Kudus, Grobogan
Pria berkacamata ini, menunjukkan berbagai rak buku di ruang kerjanya. Isinya koleksi buku dari tulisannya.
Dalam ruangan tersebut, pria bernama lengkap Oscar Yustino Carascalo menunjukkan penghargaan internasional yang sempat didapatnya selama ini.
Prestasi selama menjadi pendidik perlu diacungi jempol. Sebab, pada 2018 ia pernah berkesempatan mewakili 40 pemuda Indonesia yang diundang Kedutaan Australia, dalam acara Indonesia-Australia Youth Leaders Workshop.
Setelah itu, pada 2022 dia menjadi pembicara dalam webiner series untuk guru di negara kawasan Asia Tenggara.
Saat itu, Oscar disandingkan dengan Ngunyen Thi Thung Trang yang merupakan director STEM Education Center of Ho Chi Ming City University of Education Vietnam dan Kepala Poli National High School Filipina Edie Alarte.
Berkat prestasinya itu, pada September tahun ini, pria kelahiran Grobogan, 5 April 1991 ini, diberi amanah sebagai kepala sekolah IB Diploma Program Pradita Dirgantara.
”Sebelumnya saya sempat menjadi Pjs (penjabat sementara) kepala sekolah sejak Februari 2024. Juga sebelumnya saya menjalankan tugas sebagai wakil kepala sekolah IB dari Agustus 2021," jelas alumni SMAN 1 Purwodadi, Grobogan, ini.
Selama mengemban tugas di sana, sekolah itu semakin moncer. Salah satu, menjadi SMA swasta terbanyak peminatnya.
”Berdasarkan hasil nilai UTBK (ujian tulis berbasis komputer) yang dirilis oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi), SMA Pradita Dirgantara menduduki peringkat III nasional sebagai sekolah terbaik dan terbaik nomor I di Jawa Tengah," jelasnya.
Tentu harapannya, dengan kepemimpinannya hal tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
”Ke depan saya berharap SMA Pradita Dirgantara dapat menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi pemimpin masa depan dengan wawasan global dan integritas yang kuat," papar pria asal Desa Jangkungharjo, Kecamatan Brati, Grobogan, ini.
Diungkapkan, saat ini alumni SMA Pradita Dirgantara tersebar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Termasuk di sekolah tinggi TNI/Polri dan sekolah tinggi kedinasan.
”Sekolah memiliki visi ingin mempertahankan menjadi lembaga pendidikan menengah yang bereputasi tingkat internasional. Dengan tetap menjunjung tinggi budaya nasional untuk menghasilkan calon pemimpin bangsa yang berwawasan kedirgantaraan,” ungkapnya.
Dengan visi yang sangat mulia tersebut, membuatnya ingin sekali bergabung dan berkontribusi untuk mempersiapkan generasi emas bangsa Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
”Untuk menghidupi visi tersebut, selama mengajar saya selalu mencoba membuat perencanaan pembelajaran yang deep secara konten, yang relevan dan bermakna bagi setiap individu siswa," ujarnya.
"Selain itu, sebagai seorang guru saya selalu berupaya untuk meningkatkan profesionalisme dengan mengikuti pelatihan, workshop, seminar, dan juga menulis buku. Saya fokus pada pengembangan sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan standar global," jelasnya.
Oscar juga telah memperkenalkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memungkinkan siswa mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata. Baik dalam sains, teknologi, seni, maupun kemanusiaan.
Selain itu, sekolah juga memperkuat kolaborasi dengan institusi internasional untuk memberikan pengalaman belajar lintas budaya kepada siswa.
Dia mengaku, selama bergabung di SMA Pradita Dirgantara banyak sekali pengalaman unik.
Salah satunya, pengalaman mendidik siswa-siswi yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
”Kami civitas akademika SMA Pradita Dirgantara memiliki pengalaman cross cultural understanding yang sangat kaya. Siswa dapat saling belajar satu sama lain yang memperkaya perspective taking skills. Itu sangat berguna untuk mengembangkan konstruksi berpikir mereka. Tak hanya siswa, guru juga ikut berkembang," imbuhnya. (*/lin)
Editor : Ali Mustofa