Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Winarning Dinanti, Dokter yang Bertugas di Puskesmas Karimunjawa: Biasa Rujuk Pasien Naik Kapal Kayu dan Tangani Kegawatdaruratan di Tempat

Moh. Nur Syahri Muharrom • Kamis, 24 Oktober 2024 | 17:52 WIB

 

INSPIRASI: Winarning Dinanti, dokter muda yang bertugas di Puskesmas Karimunjawa.
INSPIRASI: Winarning Dinanti, dokter muda yang bertugas di Puskesmas Karimunjawa.

WINARNING Dinanti, dokter muda asal Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri ini sudah 2,5 tahun bertugas di Puskesmas Karimunjawa.

Sejak awal jadi dokter, ia memang tertantang untuk bisa mengabdi di daerah terluar itu.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

Siang itu, perempuan berkerudung dengan baju batik motif bunga itu tengah asyik berdiskusi dengan beberapa rekannya di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara.

Hari itu memang dia mendapat kesempatan untuk ke Jepara untuk mengikuti sejumlah kegiatan. Mulai dari rapat dengan dinas hingga pelatihan.

Ia adalah Winarning Dinanti, salah satu dokter yang bertugas di Puskesmas Karimunjawa.

Di sana, memang terdapat tiga orang dokter umum yang bertugas. 1 orang asli Karimunjawa, dua orang lainnya dari Jepara.

Salah satunya Winarning tersebut yang merupakan dara asal Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri.

”Rencananya pekan depan nyerang ke Karimunjawa,” ungkapnya saat ditemui di sela kegiatannya.

Tugasnya di Puskesmas Karimunjawa dimulai sejak tahun 2022 lalu. Itu jadi penempatan pertamanya sebagai seorang dokter PNS di Jepara.

Sejak awal, ia memang tertarik bertugas di sana.

Sebab itu, ia dengan mudah mendapat penempatan di sana lantaran sejak awal ia memang memutuskan memilih untuk ditempatkan di Karimunjawa.

”Memang suka saja. Saya lebih suka pengabdian di pulau-pulau dibanding di kota,” ungkap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2019 ini.

Sebenarnya, Winarning selepas lulus kuliah ingin sekali mengikuti program Nusantara Sehat.

Itu merupakan program Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kesehatan hingga pelosok Tanah Air.

”Tapi saya tidak dibolehin orang tua. Lah mumpung pas rekrutmen CPNS itu cuma ada tiga penempatan, dan ada Karimunjawa, saya putuskan pilih Karimunjawa,” katanya.

Karimunjawa merupakan sebuah Kecamatan terluar Kabupaten Jepara. Di sana terdapat 4 pulau berpenghuni.

Mulai dari pulau utama yaitu Pulau Karimunjawa, lalu Pulau Genting, Pulau Parang, dan Pulau Nyamuk. Jumlah penduduk lebih dari 10 ribu orang.

Dengan luasan daerah yang terdiri dari pulau-pulau itu, hanya ada 1 puskesmas saja yang melayani kesehatan masyarakat di sana.

Dengan hal itu, membuat Winarning dan dokter lain, maupun para tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Karimunjawa dituntut serba bisa.

”Banyak kasus-kasus. Salah satunya kandungan. Banyak kegawatdaruratan. Kami sering rujuk pakai kapal kayu untuk kebidanan,” jelas Winarning.

Diketahui, akses ke Karimunjawa memang saat ini hanya bisa dilalui dengan transportasi air.

Ada kapal fery dan kapal cepat yang melayani penyeberangannya. Namun, jadwalnya terbatas.

Sementara kejadian kegawatdaruratan, bisa saja terjadi di luar waktu adanya jadwal kapal itu.

Dengan begitu, mau tidak mau kegiatan rujuk pasien harus dilakukan dengan kapal kayu milik nelayan yang jarak tempuhnya bisa lebih dari enam jam.

”Yang jadi tantangan memang saat kejadian kegawatdaruratan. Karena pasien ada yang mau dirujuk, dan ada yang tidak. Yang tidak, mau tidak mau kami maksimalkan di situ. Mau itu kecelakaan cedera berat, luka bakar yang berat banget tetap kami maksimalkan. Jadi kami di sana itu benar-benar memaksimalkan keahlian kami dengan fasilitas yang terbatas,” kenang Winarning.

Meski diakuinya tugas di wilayah kepulauan berat, namun bagi dara kelahiran Jepara, 17 Juni 1995 itu tak masalah. Justru, setelah bertugas selama 2,5 tahun di sana ia merasakan kepuasan dan kebangaan.

Itu setelah ilmu yang ia pelajari di bangku perkuliahan akhirnya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu sesama. (*/)

Editor : Ali Mustofa
#karimunjawa #undip #Winarning Dinanti #dinas kesehatan #dokter #kegawatdaruratan #puskesmas #pasien #universitas diponegoro #daerah terluar