Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Sosok Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi: Setelah 20 Tahun, Baru Kali Pertama Tugas di Jateng

Moh. Nur Syahri Muharrom • Kamis, 10 Oktober 2024 | 01:41 WIB

 

PULANG KAMPUNG: Letkol Arm Khoirul Cahyadi mengisi laporan di ruang kerjanya di Makodim 0719/Jepara.
PULANG KAMPUNG: Letkol Arm Khoirul Cahyadi mengisi laporan di ruang kerjanya di Makodim 0719/Jepara.

Sudah hampir sebulan ini, Letkol Arm Khoirul Cahyadi menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara.

Menggantikan Letkol Inf M. Husnur Rofiq. Di Jepara, ia berniat membuat beberapa inovasi memanfaatkan beragam potensi di Kota Ukir.

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Jepara, Radar Kudus

Letkol Arm. Khoirul Cahyadi baru bertugas di Jepara sejak September lalu. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Komandan Batalyon Armed 18/Buritkang.

Ini jadi tempat tugasnya yang baru setelah melalang buana di sejumlah daerah di Indonesia.

Saat mengawali karir militernya, ia langsung ditempatkan di Sumatera.

Setelah itu, ia mulai bertugas di sejumlah daerah di luar Jawa. Mulai dari Papua hingga terakhir di Kalimantan.

Sebagai lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang, sejatinya Khoirul mengaku enggan menjadi anggota TNI.

 

Ia justru berkeinginan untuk melanjutkan studi ke luar negeri selepas SMA. Bahkan, berkas-berkas pun telah ia urus dan tinggal menanti pengumuman.

Tapi, orang tuanya justru mendorongnya untuk mendaftar TNI.

”Mereka (orang tua, Red) bilang, kui loh enek tonggo daftar bola-bali ra ketompo (kuliah di luar negeri),” ungkap Khoirul.

Mau tidak mau, ia pun melaksanakan titah orang tuanya itu. Meski, dengan sedikit berat hati.

Siapa sangka, padahal tak diharapkan, ia malah lolos seleksi TNI. Ia langsung ditempatkan di Sumatera.

Namun, orang tuanya sempat sedikit berat akan hal itu. Khoirul pun mengakui hal seperti itulah yang ia merasa berat untuk mendaftar TNI.

”Kalau bapak sakit, saya harus pulang. Perlu izin komandan. Kalau (kerja) swasta kan saya bisa pulang kapan pun asal ada uang,” kelakarnya menceritakan kisah perbincangan dengan orang tua saat kali pertama diterima jadi anggota TNI AD.

Meski begitu, ia tetap menjalani tugasnya sebagai abdi negara itu, dengan baik.

Sosoknya bukan berasal dari keluarga TNI. Maka, ia pun bertekad bisa mengabdi secara maksimal di kesatuan.

Bahkan, ia nekat suka rela memilih untuk bisa ditugaskan di Papua. Semua tugas yang didapatkannya ia laksanakan dengan optimal. Hingga akhirnya, tugas pengabdian itu berlanjut di Jepara.

”Kalau masalah keamanan, menurut saya kondusif,” ungkap Khoirul.

Menurutnya, Jepara memeliki dua ikon besar, potensi kesenian ukiran kayu dan potensi pariwisata.

”Artinya, saya melihat dari sana, Jepara ini akan melekat dengan pariwisata. Akan lekat dengan sebuah kreasi budaya juga. Belum ditambah dengan dua pahlawan nasional yang sudah dilegalkan. Yaitu RA Kartini dan Ratu Kalinyamat,” papar Khoirul.

Dari hal itu, ia melihat Jepara merupakan gabungan dari kesenian, wisata, hingga tokoh kepahlawanan.

”Saya akan masuk Jepara lewat aspek tersebut. Seperti saya sudah buat video dan saya posting di Youtube serta Instagram resmi Kodim Jepara. Namanya ”Mlaku-Mlaku Mas Dandim Jeporo”,” cetusnya.

Lewat program itu, ia bertekad bisa lebih dekat dengan masyarakat. Sejumlah gebrakan lain pun dibuat. Tak dilakukannya sendiri. Namun, ia juga melibatkan para babinsa.

Salah satunya, tiap Senin para babinsa di masing-masing koramil terjun ke masyarakat mengisi materi-materi kebangsaan atau nasionalisme kepada para siswa. Atau jadi pemimpin upacara di sekolah.

”(Babinsa) ndak usah ke kodim. Ke Kodim sebulan sekali saja cukup. Kadang itu saya beri beberapa topik yang disampaikan ke para siswa,” terang Dandim.

Baginya, tugas di Kota Ukir ini, serasa pulang kampung. Sebab, setelah sekitar 20 tahun bertugas sebagai prajurit TNI di berbagai wilayah di Indonesia, ia akhirnya bertugas di Jawa Tengah.

Letkol Arm Khoirul Cahyadi memang sosok asli Jawa Tengah. Ia lahir dan besar di Kabupaten Demak. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #demak #Letkol Arm Khoirul Cahyadi #Kota Ukir #dandim #tni