Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Sertu Mandeg Suharno, Prajurit TNI sekaligus Atlet Sepak Takraw Asal Welahan Jepara yang Berprestasi Internasional

Moh. Nur Syahri Muharrom • Sabtu, 5 Oktober 2024 | 17:05 WIB

 

MEMBANGGAKAN: Sertu Mandeg Suharno memamerkan medali emas yang diraihnya saat PON Aceh-Sumut.
MEMBANGGAKAN: Sertu Mandeg Suharno memamerkan medali emas yang diraihnya saat PON Aceh-Sumut.

Mandeg Suharno baru saja turut mengharumkan Jateng dan Jepara. Dia bersama timya meraih medali emas di PON Aceh-Sumut.

Dia yang berasal dari Desa Kendengsidialit, Welahan, Jepara, memang sudah akrab dengan sepak takraw. Sebab, desa itu terkenal menjadi lumbung atlet olahraga itu. 

MOH. NUR SYAHRI MUHARROM, Radar Kudus, Jepara

Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 pagi itu. Di ruang Staf Intel Kodim 0719/Jepara ada seseorang dengan pakaian santai, setelan sepatu kets, celana pendek, dan kaus jersey.

Dia tampak mondar-mandir mempersiapkan sesuatu.

”Nanti siang, ini mau berangkat ke Jakarta. Ikut perayaan HUT ke-79 TNI,” ungkap sosok tersebut sembari menyambut kedatangan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini kemarin.

Sebelum ke Jakarta, rute yang akan dilalui sosok tersebut, akan terlebih dahulu ke Kodam IV/Diponegoro.

Di sana, dia dijadwalkan akan menerima penghargaan dari Pangdam Diponegoro atas raihan prestasi yang baru saja diperolehnya.

Sosok itu Sertu Mandeg Suharno. Ia dianggap telah mengharumkan nama kesatuannya.

Sebab, dia sukses menyumbang medali emas dari cabang olahraga sepak takraw dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut bulan lalu bersama kontingen Jawa Tengah (Jateng).

Dandim Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Sertu Mandeg Suharno yang baru saja meraih medali emas PON Aceh-Sumut.
Dandim Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Sertu Mandeg Suharno yang baru saja meraih medali emas PON Aceh-Sumut.

Itu jadi prestasi kesekian yang ia torehkan sebagai atlet sepak takraw asal Jepara.

Sebelumnya, sosok yang bertugas sebagai Staf Intel Kodim 0719/Jepara ini, telah sukses meniti karir sejak masih duduk di bangku pelajar.

Ia telah mencatatkan namanya sebagai salah satu penyumbang juara di ajang pekan olahraga daerah (Popda), pekan olahraga nasional (Popnas), kejuaraan nasional (Kejurnas), hingga PON.

”PON sudah empat kali ikut. PON Riau 2012, saya dapat emas. PON Jawa Barat 2016 dapat emas. PON Papua 2021 dapat dua perak. Sedangkan di PON Aceh-Sumut kemarin, dapat perak dan emas,” papar sosok kelahiran 12 Desember 1995 ini.

Tak sekedar ajang nasional, prajurit TNI ini juga sukses mendulang prestasi di ajang internasional dari cabang olahraga sepak takraw.

Mulai dari kejuaraan dunia di Thailand 2011 dengan raihan medali perak hingga medali emas di ajang SEA Games Filipina 2019 lalu.

Prajurit TNI sekaligus atlet ini mengaku, mengenal olahraga sepak takraw saat masih duduk di kelas III SD.

Di desanya, Desa Kendengsidialit, Welahan, memang jadi pemasok atlet sepak takraw berprestasi di Kota Ukir.

”Di sana (Desa Kendengsidialit, Red) ada perkumpulan sepak takraw. Ada pelatihnya juga. Setiap sore ada kegiatan. Dulu tidak tahu kalau itu takraw,” ungkap Mandeg.

Awal ia mengenal olah raga itu, saat suatu waktu perkumpulan sepak takraw itu mengadakan seleksi bagi anak-anak di Desa Kendengsidialit.

Mereka yang mampu sepak sila paling banyak, minimal 20 kali bakal diberi hadiah sepatu. Mandeg kecil pun berminat akan hal itu.

Alasannya, ia hanya memiliki satu pasang sepatu di rumah. Ia berkeinginan memiliki sepatu lain.

”Biar dapat sepatu. Biar bisa buat sekolah juga awal mulanya. Akhirnya saya berhasil dapat sepatu,” kelakarnya.

Dari situ, ia pun mulai aktif menekuni dan mendalami dunia sepak takraw. Secara perlahan, prestasi demi prestasi ditorehkan.

Prestasi dari sepak takraw itu, juga yang akhirnya mengantarkannya menjadi seorang prajurit TNI.

”Memilih TNI ini sebagai bentuk mengabdi pada negara. Yang kedua, untuk meneruskan prestasi saya,” kata Mandeg.

Baginya, sebagai prajurit TNI memiliki kesamaan dengan seorang atlet. Di antaranya sama-sama harus disiplin.

Meski disibukkan dengan beragam tugas sebagai anggota TNI, Mandeg tak serta merta melupakan dirinya sebagai seorang atlet.

Meski telah meraih beragam prestasi, ia masih berkeinginan untuk terus berkembang.

Untuk itu, di sela tugasnya sebagai prajurit, ia aktif membuat program latihan. Program tersebut di luar program yang diberikan pelatih.

”Tujuannya, untuk menjaga kondisi fisik saya, agar terus meningkat dan tidak kalah dengan atlet aktif lain,” imbuhnya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#Mandeg Suharno #jepara #pon #kejurnas #sepak takraw #medali emas #penghargaan #pangdam diponegoro