Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gara-Gara Mengikuti Ajaran dan Gaya Hidup Nabi, Lelaki Asal Amerika Serikat Ini Memiliki Kekayaan hingga Rp 117 Triliun, Kok Bisa?

Noor Syafaatul Udhma • Rabu, 18 September 2024 | 19:28 WIB

 

David Steward, sosok yang mengikuti ajaran nabi
David Steward, sosok yang mengikuti ajaran nabi

RADAR KUDUS – Nabi memang diidolakan dan menjadi teladan umat muslim di seluruh dunia. Tak heran, para nabi banyak ditiru umat muslim karena memiliki sifakt dan karakter yang baik dan gaya hidup yang baik untuk menuju kesuksesan.

Salah satu orang yang meniru gaya hidup Nabi Nuh AS dan menjadi sukses yakni David Steward. Setelah meniru gaya hidup Nabi Nuh, lelaki dari Missouri, Amerika Serikat (AS) ini mencatat keyakaan US$ 7,6 miliar sesuai dengan data Forbes 2024.

Gaya Hidup dan Pola Pikir Nabi Nuh yang Ditiru oleh Steward

Nabi Nuh terkenal dengan kisahnya yang menyentuh hari. Ribuan tahun lalu, Nabi Nuh tiba-tiba diperintah Tuhan membuat kapal yang besar. Sebab ada banjir besar yang akan menghancurkan bumi.

Mendapat perintah itu, Nabi Nuh lalu membuat kapal super besar yang bisa menampung manusia, hewan, dan tumbuhan. Saat membuat kapal itu, Nabi Nuh mendapat cacian dari banyak orang.

Nabi Nuh dianggal aneh, karena membuat kapal besar padahal selama ini tidak ada bencana.

Kendati mendapat cemooh, Nabi Nuh tetap bekerja. Akhirnya satu perahu yang mampu menampung ribuan manusia hingga hewan dan tumbuhan itu selesai. Tak disangka, banjir pun benar-benar datang.

Kapal besar itu menyelamatkan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kisah Nabi Nuh itulah yang menginsipirasi David untuk mengubah hidupnya dari yang biasa-biasa saja menjadi hidup penuh tekanan dan menjadi pengusaha dengan kekayaan berlimpah.

Dalam wawancananya dengan Forbes pada 2024, David mengatakan bahwa saat orang yang mempunyai ambisi besar, orang lain cenderung akan meledek.

“Orang-orang jadi paling sering bersuara dan sok menilai. Mereka ingin kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu,” kata David.

David mengaku hidupnya diwarna diskriminasi dan ledekan sejak kecil karena dia orang berkulit hitam dan miskin.

Saar sekolah dia dipisahkan oleh peraturan segresi. Perkaranya hanya karena tidak berkulit putih, sehingga harus hidup secara terpisah.

Pada saat dewasa dan ingin memulai bisnis pada 1990-an, dia banyak dicemooh. Namuan setelah mempelajari kisah Nabi Nuh, lelaki pada 2 Juli 1951 itu semakin percaya diri. Dia pun berusaha untuk berbisnis dan tidak lagi menjadi pegawai kantoran.

Kala itu, David Steward mendirikan World Wide Technology (WWT) untuk menyediakan layanan teknologi komputer perusahaan. Tahun 1990-an, sektor layanan tersebut memang masing asing, sehingga banyak orang mencemooh tindakannya seperti apa yang terjadi pada Nabi Nuh.

Namun, David masih melanjutkan bisnisnya. Dia percaya pada masa depan, internet bakal menjadi primadona.

Singkat cerita, bisnis David Steward berjalan jatuh bangun seiring berkembangnya zaman. Hingga akhirnya, kepercayaan David Steward tentang bisnisnya terbukti. Tak heran WWT terkena dampak perkembangan internet.

Forbes pada 2022 mencatat WWT sebagai perusahaan swasta terbasar ke-27 di Amerika Serikat dan perusahaan terbesar milik orang kulit hitam. Besar pendapatannya mencapai US$17,0 miliar atau Rp 262 triliun.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#banjir bandang #Nabi Nuh As #kisah nabi #kulit hitam #internet #Rasul #inspiratif #amerika serikat #pengusaha #sosok #nabi #kaya raya #profil