Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok M. Nawawi Hidayatullah, Pria Asal Temulus Kudus yang Jadi Anggota Dewan Termuda Periode 2024-2029

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 22 Agustus 2024 | 22:01 WIB

 

M. Nawawi Hidayatullah
M. Nawawi Hidayatullah

M. NAWAWI Hidayatullah berhasil melanjutkan tongkat estafet ayahnya menjadi anggota DPRD Kudus periode 2024-2029.

Ia anggota dewan termuda di Kudus. Usianya 23 tahun.

Ayahnya yang juga mantan anggota dewan Kudus, berpesan agar jangan sombong dan tetap merealisasikan aspirasi masyarakat.

Raut muka Muhammad Nawawi Hidayatullah nampak ceria usai dilantik jadi anggota DPRD Kudus di Gedung Aula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus kemarin.

Nawawi sapaan akrabnya politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pria asal Desa Temulus tak lain putra dari Sutiyo, politisi PPP. Ayahnya anggota DPRD Kudus periode sebelumnya 2019-2024. 

Pada Pileg Februari lalu ayahnya tak mencalonkan diri. Lantaran alasan kondisi kesehatannya.

Tongkat estafet anggota dewan dilanjutkan Nawawi. Memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

"Karena kesehatan bapak terkendala, saya berniat meneruskan perjuangannya. Yaitu menyerap aspirasi masyarakat dan membangun wilayah," kata Nawawi. 

Anggota DPRD terpilih ini mengaku, saat proses Pileg lalu persaingan cukup ketat di Dapil Bae, Mejobo, dan Undaan.

Wajah-wajah lama atau incumbent seperti Masan dan Superiyanto diakui tak terbendung kekuatannya. 

Nawawi yang notabene pendatang baru, mengaku tak gentar di pertarungan tersebut.

Ia all out bergerak mengkonsolidasikan masa dan membentuk tim pemenangan. 

"Agak berat pas itu, karena tim dari pemenangan bapak dulu sempat hilang (mendukung calon lain)," katanya. 

Tetapi, dengan berkat bekal citra baik ayahnya saat menjabat anggota dewan, Nawawi mampu menunjukkan bahwa pendatang baru mampu bersaing. 

Strategi yang diusung saat Pileg lalu, adalah menerapkan sistem sama rata dan sama rasa.

Ia tidak memandang kelas sosial masyarakat. Seluruh elemen ia rangkul dan dekati. 

"Sasaran kami adalah anak muda. Karena suara mereka dominan dan tepat sasaran tidak berubah pendiriannya," jelasnya. 

Dari hasil konsolidasi tersebut perolehan suara Nawawi terbilang moncer. Ia yang sebagai pendatang baru meraih suara sebesar 6.500.

Nawawi yang merupakan pengusaha bergerak di bidang di pertanian, akan belajar terkait regulasi dan tupoksi sebagai anggota dewan.

Bapaknya berpesan agar tetap menjunjung tinggi amanah yang diembannya. 

"Pesan dari bapak, yang sering diucapkan ojo sombong, ojo keta-kete, bantu wong cilik yang membutuhkan. Itu yang selalu diingatkan," kata pria yang merupakan lulusan TBS.

Nawawi menyebut banyak tugas yang belum terselesaikan saat bapaknya menjabat. Ia akan berusaha merealisasikan tugas melayani masyarakat. 

Program yang belum terselesaikan adalah peningkatan produktivitas lahan pertanian di wilayah Mejobo.

Aliran bendungan Logung tengah diusulkan agar bisa mengaliri lahan di Kecamatan Mejobo. Dia akan menindaklanjuti hal tersebut. 

Atas dilantiknya dan mengemban tugas barunya, Nawawi berterima kasih kepada masyarakat yang mensukseskan Pemilu lalu.

Tak lupa ia juga berterimakasih kepada orang tuanya. Berkat doa restunya, Nawawi tidak bisa sampai di puncak karir politiknya. (gal/zen) 

Editor : Ali Mustofa
#masyarakat #anggota dewan #pemilu #aspirasi #Nawawi Hidayatullah #dprd #politik #Kudus