Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Evi Budi Lestari, Sosok Si Manusia Karet Asal Grobogan yang Beberapa Kali Pecahkan Rekor Muri

Sirojul Munir • Senin, 22 Juli 2024 | 16:29 WIB

 

SANGAT LENTUR: Evi Budi Lestari, manusia karet asal Kabupaten Grobogan atraksi menekuk tubuhnya pada salah satu acara baru-baru ini.
SANGAT LENTUR: Evi Budi Lestari, manusia karet asal Kabupaten Grobogan atraksi menekuk tubuhnya pada salah satu acara baru-baru ini.

Kelenturan tubuh dimiliki Evi Budi Lestari. Dia bisa melipat tubuhnya hingga menjadikan kepala berada di bagian kaki dan badan ditekuk.

Dia pun beberapa kali memecahkan Rekor Muri.

SIROJUL MUNIR, Grobogan, Radar Kudus

Perempuan berpakaian setelan celana panjang dan kaus panjang merah muda itu, menaiki meja bulat.

Di atas meja itu, ada besi sepanjang sekitar 50 sentimeter. Di atasnya ada balok kayu segi empat.

Perempuan bernama lengkap Evi Budi Lestari itu, kemudian berdiri di atas balok itu. Kemudian bernafas panjang.

Selanjutnya kepalanya membalik dan memutar hingga ke bawah.

Hingga akhirnya kepalanya bisa masuk di antara dua kakinya. Tangannya memegang balok kayu tumpuan. Badannya lentur dan bisa ditekuk sampai 180 derajat.

Pertunjukan kedua, dilanjutkan dengan mengambil bunga di atas meja dengan mulut.

Gerakan ini dilakukan dengan berdiri di atas dua tumpuan balok di atas meja.

Tubuh mungil mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Solo tersebut, langsung membalikkan badan dan mengambil bunga dengan mulut di atas meja.

Dengan tenang, perempuan kelahiran 13 April 1999 ini, berhasil menyelesaikan misi itu.

Aksi-aksi menantang tersebut, menjadikan Evi Budi Lestari dijuluki manusia karet.

Bakat yang dimilikinya merupakan bakat alami yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Dia bisa melakukan gerakan melengkung, melipat, hingga masuk koper.

”Saya tidak tahu bakat ini dari mana. Tetapi sejak kecil tubuh saya memang sudah lentur. Dulu saya ikut senam di Sanggar Senam Pak Suyamin,” kata Evi usai pentas saat pelantikan pengurus Pengurus Kabupaten Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Pengkab Persani) Grobogan baru-baru ini.

Dengan memiliki tubuh yang lentur, warga Dusun Kedungdowo, Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, ini mempunyai banyak prestasi.

Di antaranya, pada September 2004 silam, saat usia Evi baru berusia lima tahun, gadis berjuluk ratu pelipat tubuh itu, memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebaga pelipat tubuh termuda dengan 19 variasi.

Selang dua tahun kemudian, Evi dianugerahi gelar pelipat tubuh unik dangan cara berpasangan.

Tidak bosan memaksimalkan kelenturan tubuhnya, dia mengembagkan variasi gerakan dari 19 menjadi 50 variasi, sehingga dia memecahkan rekor Muri lagi pada 2010.

Tidak hanya mendapatkan penghargaan Muri, alumni MA NU Panunggalan ini, juga sering menjadi tamu undangan di acara TV swasta nasional.

”Saya juga keliling Indonesia untuk road show pertunjukan. Dengan anugerah yang saya miliki ini, saya syukuri dan saya nikmati. Sebab sekaligus bisa mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Ditanya efek dari aksi berbahaya yang dilakukan, dirinya mengaku sejak kecil hingga dewasa tak pernah cedera dan yang lain.

Hingga kini, dia terus berlatih untuk memunculkan variasi-variasi gerakan.

Selain sering road shor, aktivitas perempuan ini, masih menjadi mahasiswi jurusan tari di ISI Solo.

Dia berkeinginan menjadi penari profesional hingga bisa keliling dunia. Dengan menekuni tari tradisional dan modern.

”Sekarang beberapa tari tradisional di Indonesia sudah saya kuasai,” akunya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#rekor muri #grobogan #penghargaan #Manusia karet #Evi Budi Lestari #road show #tari tradisional