Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Ratna Kusuma, Sosok Kepala Sekolah Termuda di Grobogan yang Diganjar Apresiasi Bupati

Fikri Thoharudin • Sabtu, 30 Maret 2024 | 00:46 WIB
BERPRESTASI: Ratna Kusuma Ningrum membopong trofi juara I lomba multimedia pembelajaran interaktif di Alun-alun Purwodadi baru-baru ini.
BERPRESTASI: Ratna Kusuma Ningrum membopong trofi juara I lomba multimedia pembelajaran interaktif di Alun-alun Purwodadi baru-baru ini.

 

 

Sebagai seorang guru, Ratna Kusuma Ningrum amat tertarik dengan hal-hal baru. Saat progam pendidikan guru penggerak dibuka, dia terpanggil ikut.

Tak dinyana, hal itu memuluskan karirnya di dunia pendidikan hingga menjadi kepala sekolah termuda di Kabupaten Grobogan.

FIKRI THOHARUDIN, Grobogan, Radar Kudus

MENJADI seorang istri sekaligus ibu dari tiga anak tidak lantas membuat Ratna Kusuma Ningrum hanya tengkungkung dalam ”pekerjaan ranah domestic” belaka.

Dia membuktikan juga dapat mengemban peran sebagai seorang guru yang profesional.

Perempuan kelahiran Grobogan, 13 April 1993 itu, bahkan membubuhkan coretan tinta emas dalam sejarah hidupnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Rina Kartika Sari, Mahasiswi UMK Asal Kudus yang Sukses Jadi Duta Pasar Modal Teraktif IDX

Dapat menjadi kepala sekolah pada usia 29 tahun. Itu secara otomatis membuatnya sebagai kepala sekolah termuda di Kabupaten Grobogan.

Hal itu tak dinyana oleh Ratna sendiri. Awalnya, dia ikut program guru penggerak.

Dengan lama pendidikan sembilan bulan. Ternyata itu berdampak besar bagi karirnya.

”Posisi kepala sekolah itu, bukan suatu yang saya incar dari awal. Karena niatnya ingin menambah pengetahuan dan pengalaman baru, saya menyukai hal itu," ungkap perempuan berkerudung ini.

Ratna sendiri, menjadi guru sejak 2015. Dinas pertamanya di SDN 3 Jumo, Kecamatan Kedungjati, Grobogan.

Pada 2020 dimutasi ke SDN 5 Gubug, Kecamatan Gubug. Selang tiga tahun dia masuk dalam bursa calon kepala sekolah.

Dia akhirnya lolos menjadi kepala SDN 4 Kuwaron, Kecamatan Gubug.

Baca Juga: Dinas Perdagangan bakal Revitalisasi Delapan Pasar Tradisional di Kudus Usai Lebaran, Mana Saja?

”Rekrutmen kepala sekolah itu kan syarat mekanismenya bermacam-macam. Bisa berbeda-beda dari tahun ke tahun. Ternyata dengan sertifikat guru penggerak menjadi nilai tambah," ujarnya.

"Bahkan, yang menjadi faktor utama bukan umur, melainkan kompetensi dan keterampilan," katanya.

Meskipun di awal-awal menjadi kepala sekolah harus memanajemen waktu dengan amat ketat.

Apalagi waktu pendidikan guru penggerak, Ratna masih mengandung anak ketiganya.

Namun, tekadnya jauh lebih besar. Bahkan, waktu melahirkan tepat saat masa jeda pendidikan.

”Yang saya pegang restu suami dan orang tua. Dukungan itu amat berarti, sampai proses pendidikan bisa rampung," ucapnya.

Untuk mencapai itu semua, jalan yang dilalui Ratna tidaklah mudah.

Bahkan, sampai mengidap asam lambung tinggi dan empat kali masuk IGD.

Hingga akhirnya menjadi seorang kepala sekolah Ratna harus bisa memimpin, mengayomi, dan momong para pendidik lain yang rentang usianya jauh di atasnya.

”Tapi kemudian saya juga banyak belajar dari mereka (guru-guru yang usianya jauh di atasnya, Red). Banyak jaringan dan informasi menjadikan saya makin tergerak untuk berkarya," ujarnya.

Dengan bertemu dengan banyak mentor dari situ dia aktif membuat media pembelajaran interaktif.

Salah satunya aplikasi Duck Scales yang diluncurkan berbasis android menggunakan Html 5.

Kesiapan Ratna bertemu dengan kesempatan diadakannya gelar karya guru dan siswa tingkat provinsi.

”Di Jawa Tengah dapat juara I dengan media Duck Scales yang dibantu tiga siswa kelas VI. Kemudian dapat apresiasi penghargaan dari bupati Grobogan saat peringatan Hari Guru Nasional di Alun-alun Purwodadi," jelasnya.

Dari perjalanannya itu, Ratna kian tergerak untuk aktif di banyak tempat.

Saat ini, dia menjadi salah satu penggerak komunitas belajar Gurusinisinau.id.

Basic gerakannya webinar, karena untuk menjamah jangkauan yang lebih besar. Agar manfaat itu bisa tersebar ke mana-mana," ujarnya.

"Selain itu, ada inovasi dengan live IG tentu dengan narasumber yang qualified. Agenda besar kami ada Gurusinisinau.id goes to Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah dan kampus," harapnya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#kepala sekolah #bupati #Kudus #pendidikan #Ratna Kusuma Ningrum