TAHUN baru Imlek akan berlangsung dua pekan lagi. Namun, sejak akhir tahun kemarin perajin patung dewa di Jepara sudah sibuk menyelesaikan pesanan.
Sebagian besar telah dikirim akhir tahun kemarin, namun beberapa ada juga yang masih dikebut pengerjaannya.
Ujung mata alat ukir berukuran sekitar 15 sentimeter sedikit demi sedikit mengupas pelepah demi pelepah sebuah batang kayu. Mengikuti pola yang telah tergambar.
Pengukir itu dengan teliti memahat batang tersebut menjadi sebuah bentuk yang lain.
Tak lagi sekedar berbentuk tabung, namun memiliki pola berupa dewa bagi umat Tionghoa.
Sumarno, pengukir tersebut, dengan teliti memahat jengkal demi jengkal batang kayu tersebut.
ia menggarap ukiran patung dewa tersebut di teras rumahnya. Di seberang jalan, tepat di depan rumahnya pula, jadi tempat produksinya.
Sosok yang telah menggeluti ukiran patung dewa sejak era 90-an itu dibantu enam orang karyawannya.
Pagi itu, ia memang disibukkan menyelesaikan beberapa pesanan patung juga rumah altar. Lima buah altar, dan delapan patung.
”Pesanan dari Jakarta Utara. Harus sudah sampai sebelum 4 Februari,” ungkap Sumarno.
Meskipun momentum Imlek masih 10 Februari mendatang, namun pesanan beragam patung dan ornamen kelenteng sudah diterima Sumarno sejak tahun kemarin atau 2023.
Sebagian besar diterimanya sekitar Agustus tahun lalu.
Pesanan tersebut selanjutnya digarap, baru kemudian dikirimkan saat mendekati momen Imlek.
”Masih ada beberapa yang masih proses. Karena tingkat kerumitan, ada juga sedikit revisi,” imbuh Sumarno.
Pembuatan patung-patung itu membutuhkan waktu yang bervariatif. Tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.
Prosesnya bisa memakan waktu singkat sekitar sepekan, bahkan bisa lebih dari sebulan.
Menurut Sumarno, pesanan patung dewa dan ornamen kelenteng kali ini memiliki peningkatan.
Pasalnya, jumlah pesanan patung ada sekitar 20 buah. Sementara pesanan altar sekitar 10 buah.
Jenis patung yang dibuat beragam. Mulai patung Buddha, patung dewa Kwan Kong, dewi Kwan Im, hingga dewa Hok Tek Ceng Sin.
Dalam menggeluti pembuatan patung dewa, sosok yang akrab disapa Marno itu jadi paham.
Bahwa tiap patung yang dibuat dan dipesan, itu memiliki ciri khasnya masing-masing.
Seperti misal patung Kwan Kong yang harus memiliki jubah berwarna hijau dan bermuka merah.
Menurut Marno, pesanan patung dewa yang ia terima itu tak melulu soal Imlek.
Pasalnya, saat momen Imlek identik dengan kegiatan bersih-bersih.
Biasanya, dipesan untuk mengisi sebuah kelenteng baru yang hendak diresmikan.
Salah satunya pesanan dari Jakarta Utara yang saat ini masih ia garap. Namun, pesanan tersebut juga bisa ada kaitannya dengan Imlek.
Yaitu dipesan untuk memperbaharui suasana kelenteng jelang momentum Imlek. (rom)
Editor : Ali Mustofa