Jelang momentum Natal kali ini, perajin ukir Jepara mendapat pesanan ornamen Natal melimpah.
Salah satunya di tempat produksi milik Dandi Setiaprada, di Desa Mulyoharjo, Jepara. Saking banyaknya pesanan dan waktu yang mepet, ia terpaksa menolak pesanan itu.
Suara bising terdengar dari teras showroom sebuah produk furniture di Desa Mulyoharjo, Jepara, siang kemarin.
Dari kejauhan, tampak seorang ibu-ibu tengah mengamplas ukiran dengan amplas mesin.
Ukiran itu berupa relief ornamen Perjamuan Kudus. Di dekatnya, ada pria yang membersihkan ukiran patung Yesus dengan serabut batok kelapa.
Mereka berdua bekerja di tempat Dandi Setiaprada, 25, pemilik showroom tersebut. ”Sebagian besar pesanan ini diminta untuk dikirim dua pekan sebelum Natal,” ungkap Dandi.
Akibatnya, ia mau tidak mau harus bekerja ekstra dalam menyelesaikan pesanan tersebut.
Momen Natal memang jadi salah satu momen yang membuatnya harus bekerja ekstra dalam melayani pembeli.
Produknya memang spesialis memproduksi ornamen kerohanian Kristen. Mulai dari patung Yesus, Bunda Maria, relief Perjamuan Kudus, mimbar gereja, hingga meja altar.
Dalam proses produksi, para pekerja Dandi kadangkala tak hanya mengukir di belakang showroom. Tempat di mana produksi ukiran dikerjakan.
Namun, kadangkala juga pengerjaan pahatan itu dilakukan di rumah para pekerja. Salah satunya di Bandengan. Baru kemudian dilanjutkan untuk finishing.
Pesanan-pesanan kali ini sebagian besar digunakan untuk hadiah Natal. Adapula yang akan dipasang di gereja juga di rumah pribadi.
Ukuran pesanannya pun beragam. Mulai dari ukuran sekitar 30 sentimeter, hingga 6 meter.
Bahkan orderan patung rohani di momen Natal 2023 ini juga naik hingga 80 persen dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu dikarenakan pada tahun lalu, produksi Dandi turut terdampak pandemi Covid-19.
”Jelang momen Natal kali ini, kami bahkan sudah menerima pesanan sejak April lalu,” kata Dandi.
Pemesannya dari beberapa daerah di Indonesia. Mulai dari Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga Medan. Adapula dari daerah Kalimantan.
Selain pasar lokal, pesanan kali ini juga datang dari luar negeri, yaitu India.
Sebagian besar, para pemesan itu tertarik dengan produk relief Perjamuan Kudus.
”Tahun ini pesanan cukup banyak. Sejak Oktober hingga Desember ini khusus relief perjamuan Kudus ada sekitar 70 pcs. Sampai kami menolak. Karena waktunya yang susah ini. Kadang minta cepat, dua pekan. Terpaksa kami tolak. Karena proses pemahatan ini bisa memakan waktu cukup lama,” ungkap Dandi. (rom)
Editor : Ali Mustofa