Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sosok Lettu Chb (K) Nugrahani Cendekianingrum, Kowad Asal Grobogan Dapat Beasiswa Kuliah di Birmingham Inggris

Intan Maylani Sabrina • Jumat, 6 Oktober 2023 | 23:39 WIB
Lettu Chb (K) Nugrahani Cendekianingrum
Lettu Chb (K) Nugrahani Cendekianingrum

 

Lettu Chb (K) Nugrahani Cendekianingrum bukan kowad sembarangan. Pada 2018, ia menjadi satu-satunya kowad yang dikirim untuk sekolah militer di All Corps Captain Course Australia. Kini, ia juga mendapat beasiswa belajar di MSc Cyber Security University di Birmingham, Inggris.

INTAN MAYLANI SABRINA, Radar Kudus, Grobogan.

LANGKAH tegap dan sigap terlihat dari gaya berjalan Lettu Cbh (K) Nugrahani Cendekianingrum.

Bicaranya pun tegas saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Jawa Pos Radar Kudus lontarkan. Prajurit ini, ternyata memiliki segudang prestasi.

Di antara prestasi yang diraih Hani -sapaan akrabnya- pada 2018 ia menjadi satu-satunya korp wanita Angkatan darat (kowad) yang dikirim sekolah militer ke All Corps Captain Course Australia.

Baru-baru ini, ia juga mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus ASN, TNI, Polri dari Kementerian Keuangan untuk belajar di MSc Cyber Security University di Birmingham, Inggris, (top 100 university).

Sebelum terbang ke London, Hani menyempatkan bercerita mengenai usahanya untuk bisa meraih beasiswa LPDP ke luar negeri itu.

Ternyata keinginannya itu, sudah muncul sejak lulus S-1 dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, ia ingin melanjutkan S-2 di luar negeri dengan beasiswa tersebut.

Ternyata di TNI AD, ada batasan minimal lama berdinas. Barulah bisa mengajukan tugas belajar.

Pada tahun ini, perempuan lulusan SMAN 1 Purwodadi ini, mengikuti seleksi. Akhirnya ia diterima mengambil MSc Cyber Security di universitas yang berada di Birmingham itu.

”Tak mudah, karena proses seleksi membutuhkan berbagai kesiapan. Ada tiga tahapan, mulai dari seleksi administrasi. Yang paling chalenging itu, ketika membuat essay perorangan tentang kontribusi untuk Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian tahap selanjutnya, mengenai seleksi bakat skolastik. Semacam tes psikologi dan tes IQ. Seleksi terakhirnya, mengenai substansi atau wawancara. Hani pun sukses melalui tiga tahapan tersebut.

Menurut kowad yang kini menjabat sebagai perwira seksi Perencanaan dan Operasional (Pasirenops) Satuan Pelaksana Penangkalan Siber (Satlakkalsi) di Pusat Sandi dan Siber TNI AD (Pussansiad) ini, beasiswa yang diambilnya menunjang jabatannya saat ini.

”Saya tugas belajar di Inggris kurang dari setahun. Tentunya setelah lulus nanti, ilmu yang saya dapat bisa memberikan konstribusi positif terhadap TNI AD. Terutama di bidang siber. Karena saat ini ancaman kedaulatan bangsa bukan hanya perang konvensional, tapi juga perang dunia maya,” ungkap perempuan kelahiran Grobogan, 23 Mei 1993 ini..

Hani juga mengaku siap menghadapi culture shock yang ada di Inggris. Terutama mengenai cuaca yang jauh berbeda saat di Indonesia.

”Soalnya di Inggris saat ini baru musim gugur. Jadi suhu sekitar 7-14 derajat celcius,” imbuhnya.

Sedangkan soal makanan, ia mengaku siap masak sendiri. Meski di sana terdapat restoran Indonesia, tapi harganya mahal.

”Mungkin kalau sekali-kali mencoba bisalah, buat obat kangen masakan di Indonesia,” katanya.

Ia pun tak merasa takut belajar hingga ke negeri orang. Lantaran di sana juga terdapat organisasi mahasiswa Indonesia yang sering kumpul untuk saling sharing dan menguatkan.

”Dengan begitu rasa kekeluargaan terasa dan tak akan merasa kesepian selama di Inggris,” imbuhnya. (*/lin)

Editor : Ali Mustofa
#inggris #grobogan #kowad #sekolah militer #pendidikan