Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Geliat Prostitusi di Pati Setahun Pasca Lorong Indah Dibongkar

Ali Mustofa • Kamis, 15 Juni 2023 | 18:59 WIB
DIBONGKAR: Pemerintah menindak warung remang-remang di Kecamatan Margorejo belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
DIBONGKAR: Pemerintah menindak warung remang-remang di Kecamatan Margorejo belum lama ini. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
Sudah setahun prostitusi Lorong Indah (LI) dibongkar. Sisa-sisa bangunan hingga pekerja seks komersial (PSK) masih tidak lantas hilang. Para pekerja dunia hiburan malam di kawasan itu justru tersebar. Ada yang di tempat karaokean, pekerja prostitusi online, hingga pelayan warung remang-remang tepi jalan maupun pantura.

ANDRE FAIDHIL FALAH, Margorejo, Radar Kudus

Kelegendarisan prostitusi LI, Desa/Kecamatan Margorejo kini tinggal cerita. Remukan bangunan LI yang dirobohkan paksa itu masih terserak di sana.

Waktu itu, bangunan LI dibongkar karena melanggar tata ruang. Seharusnya tak boleh ada bangunan tetap di lahan pertanian berkelanjutan itu. Meski demikian, argumentasi itu seakan berstandar ganda. Ada pabrik atau gudang (yang lokasinya tak jauh dari LI) tak tersentuh.

Kini warung-warung juga mulai dirobohkan di jalan Pantura turut Kecamatan Margorejo. Namun di sejumlah titik sebenarnya masih ada warung-warung serupa. Bahkan informasinya, di jalan alternatif arah Kabupaten Jepara juga ada warung serupa.

Tempat itu prostitusi berkedok warung makan. Pada malam hari ada beberapa wanita yang stand by di sana. ”Ayokk mas, Rp 150 ribu,” ajak perempuan itu kepada wartawan koran ini.

Ternyata warung-warung di jalur pantura itu pun menyediakan kamar. Lokasinya ada di belakang warung. Ada pintu dari bambu yang menghubungkan dengan ruangan eksekusi itu.

”Saya dari Jepara. Teman-teman (dari LI) ada yang pulang juga. Beberapa ada di kampung baru dan warung-warung seperti ini,” kata, salah satu perempuan itu.

Pengakuan mereka, 5-7 perempuan bekas LI itu ngekos di belakang Pengadilan Negeri (PN) Pati. Di sana juga tempat untuk bercengkerama alias indehoi. ”Hanya pelanggan tetap saja yang main di kos. Biasanya pesan lewat WhatsApp (WA),” lanjutnya.

Di pojok ruangan itu ada kasur. Bahkan jadi satu dengan tempat cuci piring. Ruangan jadi lembab dan lampunya remang-remang.

Bahkan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menemukan alat kontrasepsi berupa kondom ketika merobohkan beberapa bangunan di Kecamatan Margorejo ini.

Maraknya prostitusi atau jasa open BO ini dialami oleh salah satu warga Fery (nama samaran, red). Pria berusia 29 tahun ini mengaku sempat mencicipi jasa open BO.

Ia pertama kali menggunakan jasa wik-wik pada 3 Februari 2022 lalu. AF iseng mencoba memesan jasa open BO melalui aplikasi pesan singkat.

Waktu itu, ia dan perempuan penyedia jasa open BO janjian di salah satu warung di Desa Margorejo, Margorejo. Di sana praktik prostitusi berlangsung.

”Warung remang-remang model pemesanannya via WA. Satu pekan usai dibongkar saya coba-coba di warung di sekitar yang kemarin (Senin, 12 Juni 2023) masih tersisa,” ungkap dia.

Selain di WA, dia juga mengaku beberapa kali memesan prostitusi online dengan aplikasi lainnya. Seperti MiChat. Setelah itu, biasanya mereka janjian bertemu di hotel atau kos-kosan.

”Pernah juga pesan lewat Mi Chat, langung janjian di hotel biasa. Atau kalau tidak langsung ke hotel, warung remang-remang dan kos-kosan. Semua itu saya pernah. Kampung baru baru juga,” tandasnya.

Di sisi lain, masyarakat meminta warung remang-remang selain di daerah Kecamatan Margorejo juga ditertibkan. Sebab, jasa prostitusi online atau open BO di Kabupaten Pati dinilai marak usai LI digusur tahun lalu.

Berdasarkan pantauan MWC NU Margorejo ada beberapa tempat pelacuran di kecamatan Margorejo yang masih beroperasi. Untuk itu, perlu penindakan yang tegas agar penyakit masyarakat (pekat) ini bisa dihilangkan.

Salah satu tempat pelacuran itu terdapat di Kampung Baru, Kecamatan Margorejo. Menurut laporan yang diterima MWC NU Margorejo, tempat itu disalahgunakan untuk aktivitas prostitusi. ”Kita meminta kepada pemerintah untuk segera ditertibkan. Selain di sini, ada di Kampung Baru,” ungkap Ketua MWC NU Margorejo Mahfud.
”Alhamdulillah, pemerintah menertibkan warung-warung yang berada di tanah Bina Marga. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama. Semoga tempat lain yang tidak untuk peruntukannya ditertibkan,” ujar dia.

Berdasarkan laporan kepada pihaknya open BO menjamur sejak beberapa bulan yang lulu. Para wanita penyedia jasa open BO biasanya tinggal di kos-kosan. Para pria hidung belang memesan jasa mereka dengan aplikasi pesan singkat.

Mahfud pun meminta hal ini segera ditindaklanjuti. Pihaknya tidak menginginkan lokalisasi LI beralih ke jasa prostitusi online.

”Kami meminta kepada pemerintah untuk segera menertibkan jasa prostitusi dengan berbagai modusnya. Jadi banyak juga kos-kosan yang menyediakan jasa itu. Menurut teman-teman Ansor, kos-kosan di sebelah kampus STAIP juga ditempati para perempuan yang menyediakan open BO,” tuturnya. (*/him) Editor : Ali Mustofa
#pekerja dunia hiburan malam #geliat prostitusi #prostitusi lorong indah #pati #warung remang-remang