ACHMAD ULIL ALBAB, Pati, Radar Kudus
TANGAN pria bernama lengkap David Setiawan Yulianto Prasetyo seketika merinding, saat mengingat-ingat momen terjun ke beberapa lokasi bencana. Salah satunya ketika mengingat momen pencarian korban longsor di Kabupaten Purworejo dan saat menembus daerah terisolasi di Kabupaten Pacitan.
”Di Purworejo pernah menemukan mbah-mbah korban longsor yang sudah dicari tim relawan lain sampai hari ke-5 masih nihil. Hari ke-6 kami masuk (mencari). Sorenya korban berhasil ditemukan. Berdasarkan feeling dan pengamatan lokasi,” kata pria yang akrab disapa David ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Cerita menarik juga dialaminya saat terjun ke lokasi bencana di Pacitan. Sebuah desa yang terisolir dan tidak mendapatkan logistik saat itu berhasil dibuka aksesnya. Karena itu warga desa merasa senang dan sangat terbantu.
”Mereka senang sekali. Kaus relawan juga diminta untuk dijadikan kenang-kenangan. Bahkan, saya tidak boleh pulang. Saat itu, saya curi-curi kesempatan untuk pulang setelah penangan selesai,” ujarnya.
David adalah salah satu pentolan relawan di Kabupaten Pati. Kiprahnya sebagai relawan sudah banyak diakui berbagai pihak. Selain di Bumi Mina Tani, dia cukup sering terlibat dan terjun dalam membantu penanganan bencana di berbagai daerah lain.
Pria yang tinggal di Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, ini sudah terjun menjadi relawan sejak 1990-an.
Jalan hidup menjadi relawan bermula dari aktivitasnya di pramuka. Dari sana jiwa sosialnya bertumbuh. ”Mulai ikut diksar (pendidikan dasar) relawan pada 1997-1998. Juga pernah mengikuti diklat (pendidikan dan pelatihan) di BNPB (Badan Nasional Penanganan Bencana),” paparnya.
David juga banyak membidani lahirnya organisasi-organisasi relawan di Pati dan sekitarnya. Dia juga dipercaya menjadi penasihat di beberapa organisasi yang telah didirikannya tersebut. Pria kelahiran 1984 ini, sangat total dalam menjalani aktivitasnya di bidang sosial.
Menurutnya, ada kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa diukur dengan materi. Sebab, dia tidak ragu merogoh kocek pribadi untuk modal. Hal ini seperti mobil operasionalnya yang bila ditotal dengan segala kelengkapannya seharga sekitar Rp 100 juta. David memakai mobil Taft keluaran 1989 yang dilengkapi dengan winch offroad, masker evakuasi, dan lainnya. (*/lin) Editor : Ali Mustofa