Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bangunkan Rumah Ortu dari Saving Beasiswa S1 dan S2

Ali Mustofa • Jumat, 10 Juni 2022 | 01:38 WIB
PEDULI: Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama istri menjenguk Sinta di RS Polri Sukamto kemarin. (DIVISI HUMAS POLRI FOR RADAR KUDUS)
PEDULI: Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo bersama istri menjenguk Sinta di RS Polri Sukamto kemarin. (DIVISI HUMAS POLRI FOR RADAR KUDUS)
Abdurrahman Kasdi terpilih sebagai rektor baru IAIN Kudus periode 2022-2026. Sejak sekolah hingga kuliah S3 ia mendapatkan beasiswa. Bahkan dari beasiswa itu bisa membangunkan rumah orang tuanya di kampung.

ARIKA KHOIRIYA, Kudus, Radar Kudus

PROF. Abdurrahman Kasdi lahir di Kabupaten Pati pada 25 Februari 1976. Putra dari pasangan Kasdi dan Sukanah itu dari dulu sangat menjunjung tinggi pentingnya menempuh pendidikan. Menurutnya dengan pendidikan, seseorang bisa memperluas cakrawala, mengubah paradigma berpikir, dan bisa memperbanyak networking.

Itulah kenapa dengan segala daya dan upaya, Prof. Dur-sapaan akrabnya- sangat gigih dalam menempuh pendidikan, maka dari itu, ia pun memperoleh gelar tertinggi. S1 (di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Al-Azhar Mesir), Magister atau S2 terbaik di Universitas Indonesia (2004). Dan doctor atau S3 terbaik di IAIN/UIN Walisongo Semarang (2012) dengan predikat cumlaude.

Selama menempuh studi, ia tidak pernah meminta uang sepeserpun dari orang tua. Hanya mengandalkan beasiswa untuk mencukupi kebutuhan perkuliahan dan kehidupan sehari-hari. Bahkan dengan kegigihannya itu, selesai S2, dengan bekal saving dari beasiswa S1 dan S2 ia bisa membangunkan rumah untuk kedua orang tuanya di kampung halaman.

Prof Dur sapaannya, menceritakan masa kuliahnya yang tidak hanya konsentrasi kampus saja. Ia pun aktif di berbagai organisasi seperti PMII Yogyakarta. Saat menempuh kuliah di Mesir pun ia sempat menjabat di beberapa organisasi, seperti ketua Lembaga Penerbitan Mahasiswa Mesir, ketua II Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah, ketua Majelis Perwakilan Anggota, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia bahkan menjadi pendiri dan ketua PC Lembaga Kajian dan Pengembangan SDM-NU Mesir.

Pengalaman karirnya juga tidak diragukan lagi. Dalam awal karirnya, ia ternyata pernah menjadi penerjemah berita untuk politik Timur Tengah di ANTV dan TV 7 (Sekarang Trans 7) pada 2003. Lalu, saat masih CPNS (2004), sudah dipercaya menjadi sekretaris P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) STAIN Kudus. Pada 2011, di usianya yang ke-35 tahun, ia sudah menyelesaikan jenjang Doktor (S3) dan langsung diberi amanat oleh kampusnya, STAIN Kudus menjadi Wakil Ketua III (Wakil Rektor III).

Dan mulai awal 2013 pada usia ke-37, ia diberi amanah menjadi Direktur Pascasarjana STAIN Kudus, kemudian kembali menjadi Wakil Ketua III (Wakil Rektor III) pada 2017. Di usianya yang ke-45 tahun memperoleh Jabatan Akademik tertinggi sebagai Profesor (Guru Besar).

Prof Dur juga sangat aktif dalam menulis. Banyak karyanya tayang di beberapa media massa baik lokal maupun nasional, serta di jurnal ilmiah internasional dan terakreditasi nasional. Ia telah menghasilkan 7 artikel yang terbit di Jurnal yang terindeks Scopus; menghasilkan 15 artikel yang terbit di Jurnal yang terakreditasi Sinta 2 dan 6 Artikel di Sinta 3. Menghasilkan delapan buku referensi (penulis), dua buku ajar (penulis), lima buku (terjemah/editor), dan empat artikel koran. Serta memiliki lima hak kekayaan intelektual (HAKI). (*/zen) Editor : Ali Mustofa
#rektor iain kudus #IAIN Kudus #abdurrahman kasdi #jabatan akademik #paradigma berpikir #beasiswa