SIROJUL MUNIR, Grobogan, Radar Kudus
TUBUH kekar. Otot tubuh terbentuk. Tenaga kuat. Bermain dengan beban besi menjadi kegiatan setiap hari. Bahkan tiada hari tanpa mengangkat beban. Berat besi ukuran 10 kilogram diangkatnya dengan mudah.
Begitu juga angkat berat lainya. Itulah gambaran dari Eko Suryono. Dia merupakan atlet Binaraga Kabupaten Grobogan. Anggota Sabhara Polres Grobogan tersebut menjalani latihan rutin setiap hari. Bahkan tempat latihanya ada di rumahnya sendiri. Sekaligus membuka latihan gym dan fitness untuk umum di jalan Untung Suropati Purwodadi.
Saat koran ini mendatangi rumahnya. Perlengkapan gym ya lengkap. Begitu juga koleksi piagam medali yang didapat berjajar rapi di ruang tunggu sekaligus kantor gym. Prestasi yang didapat mulai tingkat kabupaten sampai tingkat nasional.
Diantaranya juara harapan 2 kontes body fit se-Jateng, Juara tiga PABSI Jawa Tengah angkat besi, angkat berat dan binaraga pada Juni 2012, juara tiga kelas 85 kg PABBSI Jawa Tengah tahun 2014, juara harapan satu Binaraga kelas 80 kg Bupati Cup Boyolali tahun 2013, juara 1 Porprov Jawa Tengah tahun 2018 kelas 85 kg, dan terakhir juara dua dalam Kejurda Jawa Tengah tahun 2022.
”Saya memulai ikut pertandingan Binaraga tahun 2013. Dulu saya divonis terkena penyakit kolestrol. Awalnya saya dulu coba-coba ternyata penyakit saya hilang dan badan bisa sehat seperti sekarang,” kata Eko Suryanto yang akrab disapa Eko Hercules.
Dalam menekuni dunia binaraga dirinya lakukan secara maksimal. Mulai dari jam latihan sampai pola makan. Setiap hari dirinya latihan minimal 5 jam setiap hari. Begitu dengan pola makan. Tidak makan nasi putih dan diganti dengan daging ayam. Selain itu, ada tambahan makan ikan salmon, ikan dori, ikan cucut. Sehari dirinya bisa makan dada ayam dua kilogram. Makanan itu, tidak memakai garam dan michine penyedam masakan.
”Tidak hanya daging. Setiap hari juga makan putih telor dicampur susu .Sehari dua kilogram,” ujarnya.
Untuk telor dimakan putih telornya saja. Sedangkan barang tersebut diambil dengan kerjasama pembuat roti. Telor itu dimasak dan dimakan. Ketia akan melakukan pertandingan. Diwaktu jeda tiga bulan maka akan meninggalkan gula sama sekali.
”Tuk jaga latihan badan fit. Maka saya menjaga latihan lima jam. Mulai pagi sampai siag dan sore sampai malam,” terang suami Musdalifah yang menjadi Ketua PABSI Grobogan.
Dikatakan, manfaat dari binaraga yang dirasakan bisa menjadikan hidup pola sehat untuk otot tulang. Kemudian awet muda. Usia kuat diusia 42 tahun dari segala penyakit dan bebas kolestrol.
Meski demikian saat awal menggeluti Binaraga mengolah seluruh tubuh. Dimana saat latihan otot dan tulang bisa kena semua. Sebab, saat awal pertama kaget. Tulang sama otot ketarik. Proses peregangan dengan hilang sendirinya. (*/him) Editor : Ali Mustofa