Dalam menjalankan tugasnya, Ali Suwarno memiliki kewajiban untuk melanjutkan program petinggi sebelumnya. Selain itu juga mengevaluasi memperbaiki program agar lebih maksimal lagi.
Utamanya potensi unggulan program desa wisata. Jika sebelumnya belum terintegrasi jalur objek-objeknya. Di bawah kepemimpinan bakal diintegrasikan agar semua potensi turut terangkat lebih optimal.
"Tahun ini mulai merancang masterplan-nya. Rencananya, seluruh objek wisata di Semat akan saling terhubung," ujarnya.
Di Semat memiliki beberapa wisata yang ditawarkan. Berupa wisata pantai yang panjangnya sekitar 7 kilometer, wisata kuliner berupa nasi menir, juga ada oleh-oleh kerajinan batik. Motifnya ada kembang turi dan gong Semat. Juga ada pula wisata religi berupa makam Mbah Sirah.
"Dari situ, kami ingin memanjakan pengunjung agar bisa menikmati beberapa paket wisata yang ditawarkan," imbuh.
Jumlah penduduk Semat sekitar 2.000 jiwa. Mereka tinggal di 7 RT dan 3 RW. Hampir 80 persen masyarakat tergantung dari pariwisata. "Jadi dengan saling terhubungnya objek wisata, semoga bisa berdampak baik,” ujar Ali. (rom/ali) Editor : Ali Mustofa