Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sekolah Unik di Rembang, Satu “Gorong-Gorong” Ditiduri Lima Santri

Abdul Rokhim • Senin, 7 Maret 2022 | 00:35 WIB
PLANET NUFO: Sekolah unik di Rembang. Sekolah alam yang didesain seperti tempat wisata. (Vachri Rinaldy L/RADAR KUDUS)
PLANET NUFO: Sekolah unik di Rembang. Sekolah alam yang didesain seperti tempat wisata. (Vachri Rinaldy L/RADAR KUDUS)
Rembang memiliki sekolah unik. Namanya sekolah alam Planet Nufo (Nurul Furqon). Lembaga pendidikan ini didesain unik seperti tempat wisata.

Vachri Rinaldy L, Rembang, Radar Kudus

TEMPAT yang berada di Desa Mlangsen, Pamotan ini bentuknya silinder, seperti gorong-gorong. Diameternya sekitar tiga meter. Namun bukan gorong-gorong dalam arti sebenarnya, hanya mirip, tetapi fungsinya tak sama. Kalau di sini sebagai tempat tidur.

Kapsul-kapsul ini sebagai tempat tinggal santri-santri yang ada di Planet Nurul Furqon atau disingkat Nufo, sekolah alam.

Saat Jawa Pos Radar Kudus berkujung untuk sampai ke tempat ini harus melewati beberapa belokan jalan desa. Selain itu, juga menempuh area persawahan. Jalanan terjal. Sekitar 1,5 kilomater.

Desain Planet Nufo seperti tempat wisata. Ada rumah joglo. Di halaman di pajang perahu dengan panjang sekitar lima meter. Di sekitar juga ada gubuk-gubuk seperti rumah honai.

Riuh santri-santri dari dalam terdengar sampai halaman. Ada juga yang sedang mengaji di gubuk. Beberapa ada yang masih mengenakan celana pramuka.

Su’udud Tasdiq, pengasuh yayasan mengatakan, sekolah ini memang didesain out of the box. Bangunan dibuat seperti kapsul untuk membuat anak tertarik. Total berjajar 17. “Satu gorong-gorong untuk lima orang,” kata Fahri, salah satu santri.

Pesantren didesain demikian tujuannya supaya anak-anak merasa tidak sedang tidur di pesantren. Justru malah seperti di tempat wisata. Dengan spot-spot unik.

Kata Planet Nufo sendiri diambil agar tampil beda. Untuk menumbuhkan mindset anak-anak, jika sekolah itu menyenangkan. ”Agar anak-anak itu nyaman,” kata Su’udud Tasdiq.

Selain dari desain fisik yang membuat nyaman, menurutnya juga harus ada sistem yang bisa memintarkan anak. Di sini, memnggunakan metode belajar semi privat. Satu guru membina empat murid agar anak-anak bisa memiliki perkembangan yang cepat.

“Selain itu kami belajarnya di alam. Selain belajar di alam kami langsung mengalami. Bisa langsung melihat, mempratikkan,” jelasnya.

Dari metode itu, lanjut dia, banyak orang tua yang menganggap ini sekolah berbeda. Dan mampu menjadikan anak yang mulanya tidak bisa menjadi bisa dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Dari situlah mulai membuka pendaftaran. Saat ini merupakan tahun ketiga. Sudah ada total sekitar 200 siswa. ”Ini sekolahan dan pondok pesantren,” ujarnya.

Munculnya sekolah ini, lanjut dia, bermula dari keresahan. Sebelumnya, pihaknya sudah memiliki lembaga pendidikan untuk tingkatan mahasiswa. Namun, dalam kegiatan belajar mengajar,  dinilai ada permasalahan pada ilmu dasar. Seperti bahasa, matematika, dan logika.

“Berarti kami harus mendirikan lembaga pendidikan sejak dini. Sebelum mahasiswa mereka sudah mampu kemampuan dasar. Literasi, numerasi,” jelasnya.

Dalam pendidikan di Planet Nufo, dia menganggap setiap anak memiliki potensi dan ketertarikan yang berbeda. Di sekolah ini, mereka didorong untuk berwira usaha. Sesuai dengan passion masing-masing. Seperti jualan, beternak, bertani dan lain-lain. Dari kesenangan itu sekolah mencoba memfasilitasi. Dengan pendampingan satu ustaz. Begitu pun dengan domba dan yang lainnya.

Di sini ada peternakan ayam. Lokasinya disebrang area pesantren. Diharapkan ke depan mereka bisa berdikari secara finansial.

Pihak sekolah juga sudah membagi waktu. Antara sekolah dan belajar berwirausaha. Mereka, para santri bisa membagi waktu saat pagi, sore, atau siang. Manajemen waktu itulah yang dicoba itu yang diajarkan, sehingga anak-anak memiliki kemampuan mengatur waktu yang baik.

Untuk biaya sendiri, di sini tidak ada patokan khusu. Bahkan ada biaya 0 rupiah. Ada jug ayang membayar sampai jutaan. Mereka saling membantu. Mereka yang bayar membantu yang tidak bayar. Atau ada subsidi silang.

“Ada patokannya Rp 1,5 juta per bulan sampai Rp 0. Kami serahkan ke orang tuanya. Anda milih yang mana. Mereka menghitung sendiri,” jelasnya. (*/mal) Editor : Abdul Rokhim
#sekolah unik rembang #rembang #Santri #sekolah #sekulah nufo