Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Latihan Modal VN, Juara II di Festival Internasional

Ali Mustofa • Senin, 28 Februari 2022 | 16:32 WIB
MEMBANGGAKAN: Grup Rebana Ar-Rahma MA Banat Kudus meraih peringkat II Festival Seni Internasional Unissula 2021. (AR-RAHMA FOR RADAR KUDUS)
MEMBANGGAKAN: Grup Rebana Ar-Rahma MA Banat Kudus meraih peringkat II Festival Seni Internasional Unissula 2021. (AR-RAHMA FOR RADAR KUDUS)
Waktu terbatas bukan alasan bagi grup rebana Ar-Rahma untuk tidak berprestasi. Nyatanya, dengan persiapan yang mepet, tetap mampu meraih juara II Festival Seni Islam Internasional (FSII) di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

GALIH ERLAMBANG WIRADINATA, Radar Kudus, Kudus

MADRASAH Aliyah (MA) NU Banat Kudus mempunyai prestasi gemilang di bidang rebana. Tahun  lalu, grup rebana Ar-Rahma memenangkan Festival Seni Islam Internasional (FSII) di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang cabang lomba pembacaan maulid. Padahal persiapannya tergolong sangat minim dan mendadak.

Anggota grup Rebana Ar-Rahma Suzana Fitria Hilda menyatakan, keanggotaan rebana ini ada 20 siswi. Selain siswi Banat, grup rebana ini juga melibatkan 10 orang alumni.

Berbagai kejuaran dan festival rebana tingkat kabupaten hingga nasional telah diikuti. Baru-baru ini, Ar-Rahma memperoleh peringkat kedua dari festival rebana yang diselenggarakan oleh Unissula.

Festival rebana di Unissula tersebut, diselenggarakan secara daring. Jurinya berasal dari luar negeri dan alumni. Yakni dari Mesir. ”Persiapannya sangat singkat dan tergolong serba terbatas," ungkapnya.

Terkait persiapan tersebut, kata Suzana sangat minim. Tim rebana Ar-Rahma tidak latihan secara tatap muka. Karena saat itu, sedang dilaksanakan pembelajaran daring. Anggota grup hanya mengirimkan rekaman suara melalaui aplikasi percakapan. ”Modal hanya latihan online, rekam voice note (VN),” ungkapnya.

Ia mengakui, latihan secara online tergolong sulit. Kendalanya kekompakan anggota. Tidak hanya itu, masalah jaringan juga sering terjadi. Meski demikian, Ar-Rahma mampu merangkul keterbatasan tersebut.

Menurut Suzana, feeling anggota grup sudah saling terbentuk. Sekaligus mereka sering tampil dengan begitu jam terbang mumpuni.

Durasi perlombaan FSII selama 10 menit itu, membuahkan hasil. Dengan persiapan yang minim Ar-Rahma memperoleh juara II. Kunci dari raihan prestasi gemilang ini, kata Suzana adalah keseriusan dan kekompakan.

”Harapannya bisa tetap kompak ke depan. Lewat hobi bersalawat ini, tujuannya juga menyiarkan Islam dan cinta kepada Nabi Muhammad,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ar-Rahma Sherin Himatussyurayya menyatakan, untuk masuk ekstrakulikuler rebana ada seleksi yang ketat. Hal ini untuk menyaring keseriusan anggota untuk bergabung.

Ar-Rahma sendiri sudah memiliki satu album yang dikarang. Total ada 10 lagu yang diciptakan. Judul lagu yang hits adalah Banatiah dan Fatimah.

Lagu Banatiah menceritakan tentang Yayasan Banat secara keseluruhan. Mulai dari tujuan hingga harapan Banat, sehingga menginspirasi para siswanya. ”Fatimah menceritakan tiga Fatimah. Yaitu putri Nabi Muhammad, ibunya, dan istri Abu Tholib. Ini diharapkan bisa menjadi panutan,” ungkapnya.

Selain menciptakan lagu, Ar-Rahma punya pengalaman yang paling berkesan. Mereka berkesempatan berkolaborasi dengan grup rebana Al-Mubarok Qudsiyyah Kudus.

Sherin menambahkan, beberapa festival telah dimenangkan oleh Ar-Rahma. Di antaranya, Festival Rebana tingkat eks-Karesidenan Pati 2019 meraih juara I. Juara II festival rebana tingkat Jawa Tengah 2019 dan peringkat II peringatan Hari Santri Nasional tingkat Jawa Tengah. (*/lin) Editor : Ali Mustofa
#rebana ar-rahma #ciptakan lagu #festival rebana #festival internasional #prestasi gemilang