Dwi Handayani menyampaikan terbentuknya kampung siaga candi bermula saat awal Covid-19. Kala itu ada lomba yang diinisiasi Polri. Berkat bimbingan Kapolres AKBP Dolly Arimaxionari Primanto, Kumendung mendapatkan juara I se-kabupaten.
"Hasilnya tahun 2020, desa kami zero covid. Kemudian Kapolda berkunjung di Kumendung. Dikasih bantuan bibit ikan. Pada waktu itu diberikan penghargaan bersama dawis-dawis Desa Kumendung,” jelas Wiwik, sapaan akrab Dwi Handayani.
Di tahun 2021 covid-19 puncak-puncaknya. Dengan kesigapan kampung siaga candi, Kumendung masih sangat rendah kasusnya. Meski ada yang meninggal dua. Statusnya riwayat penyakit kronis.
”Sarana dan prasarana kami penuhi. Hasilnya alhamdulilah. Kita kerja sama seluruh lini masyarakat untuk menyadarkan,” kuncinya.
Tidak hanya itu saja. Di desa Kumendung tahun 2021 dinobatkan desa mandiri. Langsung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades). Dalam kategori pembangunan, segi administrasi pemdes. Tingkat kemiskinan secara signifikan penurunan.
"Kemudian dengan adanya fasilitas menjadi salah satu penilaian. Tahun 2022 dana desa mendapat reward kementerian. Dulunya menerima dana sekitar Rp 750 jutaan. Kemarin dapat hampir Rp 1 miliar kurang Rp 2 juta," bebernya.
Saat ini Bumdes Kumendung Raya juga gencar-gencarnya mengelola wisata di sektor kuliner. Menggali dengan membuat ikon Matoh Corner. Diharapkan masuk kampung ini ada satu kawasan kuliner menjadi magnet utama, yakni ikan bakar.
Secara pengelolaan dikelola pihak ketiga. Kerja sama BUMDes. Jadi pendanaan pembangunan khususnya "Saung Matoh" pihak ketiga. Tetapi kerja sama BUMDes. Artinya desa membuat perdes terkait pengelolaan aset. Dari kerja sama ada persentase dari perputaran uang yang masuk. Untuk nantinya berapa persenya masuk desa.
Di luar itu ruko untuk masyarakat pakaianya sewa per bulan. Jika dihitung rintisan tersebut berjalan 4 bulan. Parkir sudah masuk. Kini Bumdes Kumendung Raya baru kejar sumber daya manusia (SDM).
Ke depan semua anak-anak muda yang masih single yang mengelolanya. Planning ke depan menjalin komunikasi membuat SK desa wisata untuk Dimohonkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) setempat.
"Harapan kami nanti dimohonkan ke pusat untuk pengembangan kawasan seluas luasnya. Harapanya karena sudah ada kuliner. Harus dilengkapi wahana. Jadi uang habis buat makan, sekaligus senang-senang anak. Dengan konsep alam pedesaan. Rencana bangun waterboom," ujarnya.
Selain itu, Wiwik yang diberi kepercayaan sebagai kepala Desa Kumendung selama dua periode juga diganjar penghargaan dari Bupati Rembang sebagai kepala desa berprestasi. ”Saya awal menjabat tanggal 5 Desember 2013. Alhamdulilah Desa Kumendung juga jadi dinobatkan kampung KB,” bangganya. (ali) Editor : Ali Mustofa