Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bikin "Matoh Corner" untuk Lapangan Kerja Warga

Ali Mustofa • Minggu, 27 Februari 2022 | 14:34 WIB
BERPRESTASI: Kepala desa Kumendung Dwi Handayani menyambut Kunjungan Kapolda Jateng bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz dan jajaran Polres Rembang saat pengukuhan Kampung Candi. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
BERPRESTASI: Kepala desa Kumendung Dwi Handayani menyambut Kunjungan Kapolda Jateng bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz dan jajaran Polres Rembang saat pengukuhan Kampung Candi. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
DESA Kumendung, Kecamatan Rembang di bawah pimpinan Dwi Handayani memiliki segudang  prestasi. Tak hanya dinobatkan sebagai desa mandiri. Desa di selatan Kota Garam ini juga sukses menjadi Kampung Candi dan Kampung KB. Dan kini mulai membangun desa wisata untuk mensejahterakan warganya.

Dwi Handayani menyampaikan terbentuknya kampung siaga candi bermula saat awal Covid-19. Kala itu ada lomba yang diinisiasi Polri. Berkat bimbingan Kapolres AKBP Dolly Arimaxionari Primanto, Kumendung mendapatkan juara I se-kabupaten.

"Hasilnya tahun 2020, desa kami zero covid. Kemudian Kapolda berkunjung di Kumendung. Dikasih bantuan bibit ikan. Pada waktu itu diberikan penghargaan bersama dawis-dawis Desa Kumendung,” jelas Wiwik, sapaan akrab Dwi Handayani.

Di tahun 2021 covid-19 puncak-puncaknya. Dengan kesigapan kampung siaga candi, Kumendung masih sangat rendah kasusnya. Meski ada yang meninggal dua. Statusnya riwayat penyakit kronis.

”Sarana dan prasarana kami penuhi. Hasilnya alhamdulilah. Kita kerja sama seluruh lini masyarakat untuk menyadarkan,” kuncinya.

Photo
Photo
PELAYANAN MAKSIMAL: Kepala Desa Kumendung, Dwi Handayani di ruang kerjanya untuk memberikan pelayanan maksimal pada warganya. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Tidak hanya itu saja. Di desa Kumendung tahun 2021 dinobatkan desa mandiri. Langsung Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades). Dalam kategori pembangunan, segi administrasi pemdes. Tingkat kemiskinan secara signifikan penurunan.

"Kemudian dengan adanya fasilitas menjadi salah satu penilaian. Tahun 2022 dana desa mendapat reward kementerian. Dulunya menerima dana sekitar Rp 750 jutaan. Kemarin dapat hampir Rp 1 miliar kurang Rp 2 juta," bebernya.

Saat ini Bumdes Kumendung Raya juga gencar-gencarnya mengelola wisata di sektor kuliner. Menggali dengan membuat ikon Matoh Corner. Diharapkan masuk kampung ini ada satu kawasan kuliner menjadi magnet utama, yakni ikan bakar.

Secara pengelolaan dikelola pihak ketiga. Kerja sama BUMDes. Jadi pendanaan pembangunan khususnya "Saung Matoh" pihak ketiga. Tetapi kerja sama BUMDes. Artinya desa membuat perdes terkait pengelolaan aset. Dari kerja sama ada persentase dari perputaran uang yang masuk. Untuk nantinya berapa persenya masuk desa.

Di luar itu ruko untuk masyarakat pakaianya sewa per bulan. Jika dihitung rintisan tersebut berjalan 4 bulan. Parkir sudah masuk. Kini Bumdes Kumendung Raya baru kejar sumber daya manusia (SDM).

Ke depan semua anak-anak muda yang masih single yang mengelolanya. Planning ke depan menjalin komunikasi membuat SK desa wisata untuk Dimohonkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) setempat.

"Harapan kami nanti dimohonkan ke pusat untuk pengembangan kawasan seluas luasnya. Harapanya karena sudah ada kuliner. Harus dilengkapi wahana. Jadi uang habis buat makan, sekaligus senang-senang anak. Dengan konsep alam pedesaan. Rencana bangun waterboom," ujarnya.

Selain itu, Wiwik yang diberi kepercayaan sebagai kepala Desa Kumendung selama dua periode juga  diganjar penghargaan dari Bupati Rembang sebagai kepala desa berprestasi. ”Saya awal menjabat tanggal 5 Desember 2013. Alhamdulilah Desa Kumendung juga jadi dinobatkan kampung KB,” bangganya. (ali) Editor : Ali Mustofa
#desa kumendung #lapangan kerja #kampung siaga candi #kampung kb #dwi handayani