INTAN MAYLANI SABRINA, Radar Kudus
MENJADI prajurit TNI AD, Praka Bangkit Arif Wijaksana tak luput dengan tugas-tugasnya. Di tengah pandemi Covid-19 ini, dia memutar ide agar bisa membantu perekonomian masyarakat yang tengah terdampak dengan membuka peluang kerja melalui bisnis konveksi ramah lingkungan.
Sejak 2009, ketika masih duduk di bangku SMP ia memulai berbisnis. Namun, ia masih ikut bisnis orang lain. Pengalaman berbisnis pun terus dia gali, hingga akhirnya pada 2017 dia mulai berani menjalankan bisnis sendiri. Meski baru memiliki satu penjahit.
Hingga akhirnya, di awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu pria kelahiran 25 Januari 1994 ini mulai berani membuka toko. Tepatnya di Dusun Kacangan Desa Genuksuran Kecamatan Purwodadi.
“Saat itu dibantu orangtua, sebagian tanah milik mereka boleh dipakai untuk mendirikan toko. Dari produk yang terjual, sisanya saya tabung untuk membeli satu per satu mesin jahit. Hingga saat ini mampu memiliki 19 mesin jahit dengan 17 karyawan,” ujarnya.
Bangkit –sapaan akrabnya- ini juga mencari berbagai cara untuk melakukan branding. Ia sempat menggandeng Disperindag Grobogan dalam membantu pemasaran dan pembinaan bisnis.
Tak main-main dalam berbisnis, usaha konveksi yang dijalani ini tak sembarangan produk. Lantaran dia membuat pakaian yang anti bakteri, dengan bahan cotton dari serat bambu ramah lingkungan.
“Dengan bahan ini memiliki 417 kali lipat lebih baik untuk menangkal efek buruk dari sinar ultraviolet. Bahan ini juga tidak menimbulkan alergi karena terbuat dari serat yang halus tanpa perlakuan bahan kimia. Terutama bisa mudah terurai (degredable),” kata prajurit yang menjabat sebagai Kepala TA Operator Staf Personel Kodim 0717/Grobogan.
Melalui produk unggulan tersebut, alumni SMPN 3 Purwodadi ini mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai negara seperti Nigeria, Nepal, Lebanon, Finlandia, dan Spanyol.
Kini berkat keuletan dan keunggulan produknya, dalam sebulan Bangkit mampu mendapatkan omxet hingga puluhan juta hingga membuka toko konveksi lagi di wilayah Kabupaten Sragen. (*/mal) Editor : Ali Mustofa