RADAR KUDUS - Olahraga lari kini bukan sekadar aktivitas menjaga kebugaran, tetapi juga telah berkembang menjadi gaya hidup urban.
Popularitasnya tidak hanya memunculkan komunitas pelari di berbagai kota besar seperti Jakarta, tetapi juga mendorong tumbuhnya industri pendukung, mulai dari bisnis fesyen olahraga hingga penyelenggaraan event lari berskala nasional.
Jika sebelumnya sepatu lari menjadi fokus utama, kini outfit seperti jersey, celana, hingga aksesori juga mendapat perhatian besar dari para pelari.
Fenomena ini membuka peluang bagi brand lokal untuk menghadirkan produk-produk yang tidak kalah menarik dari merek internasional. Berikut beberapa brand sportswear lokal yang berhasil mencuri perhatian para pelari di Indonesia.
1. Volt and Fast
Berasal dari Bandung, Volt and Fast telah eksis lebih dari enam tahun dan dikenal dengan koleksi lengkapnya, mulai dari jersey, celana lari, running belt, kaos kaki, hingga topi.
Desain yang eye-catching membuat brand ini banyak digemari, terutama oleh pelari muda yang ingin tampil sporty sekaligus stylish.
Volt and Fast juga aktif menjadi sponsor dalam sejumlah event besar, seperti Pocari Sweat Run Indonesia dan Maybank Bali Marathon.
Menariknya, produk resmi dari event-event tersebut juga tersedia di koleksi Volt and Fast. Untuk harga, jersey dan celana lari ditawarkan di kisaran Rp200.000–400.000.
2. Fieldway
Merek asal Jakarta ini hadir dengan konsep desain simpel namun tetap elegan. Koleksinya didominasi satu atau dua warna, cocok bagi mereka yang menyukai outfit kalem tanpa banyak corak.
Selain menyediakan perlengkapan lari, Fieldway juga kerap merilis merchandise resmi dari berbagai ajang lari di Indonesia.
Dari sisi harga, produk Fieldway dibanderol Rp200.000–300.000, membuatnya cukup terjangkau bagi pelari pemula maupun yang sudah rutin mengikuti event.
3. Aspro Sportswear
Didirikan oleh pelari nasional Agus Prayogo, Aspro Sportswear menjadi bukti nyata kolaborasi antara pengalaman atlet dengan industri fesyen olahraga.
Koleksinya meliputi jersey, running tights, singlet race, dan berbagai perlengkapan lari lainnya.
Dengan harga rata-rata Rp200.000, Aspro menjadi pilihan populer di kalangan komunitas pelari yang menginginkan produk terjangkau dengan kualitas yang teruji oleh sang atlet.
4. KVSL (Kaffeinated-Visual)
Brand asal Yogyakarta ini dikenal dengan desain unik dan penuh karakter. KVSL merilis berbagai outfit lari seperti jersey, kaos kaki, hingga topi, dengan tagline khas yang melekat di setiap produknya, misalnya “Don’t Mess With The Girls” dan “Killed By Pace”.
Selain outfit lari, KVSL juga merambah ke apparel sepeda, khususnya roadbike. Produk mereka diproduksi terbatas, sehingga memiliki nilai eksklusif di mata penggemar.
Koleksi KVSL dibanderol Rp200.000–300.000 dan dapat ditemukan di toko online maupun langsung di Kedai Kopi Agoge Yogyakarta.
5. MadeforWomen (MW)
Khusus menyasar pelari perempuan, MadeforWomen lahir dari inisiatif pelari Marrisa Widiyanti. Koleksinya dirancang sporty namun tetap feminin, dengan dominasi desain kalem yang sesuai dengan kebutuhan perempuan aktif.
Dibanderol mulai Rp200.000, brand ini berhasil merebut hati para pelari wanita yang menginginkan outfit lari nyaman sekaligus stylish. Produk MadeforWomen tersedia melalui toko online serta akun resmi media sosialnya.
Kehadiran brand-brand lokal ini menunjukkan bahwa olahraga lari bukan hanya tentang kesehatan, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang terus berkembang.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu Lari Marathon untuk Pria, Nyaman dan Empuk Banget
Dengan desain menarik, harga terjangkau, serta keterlibatan dalam event besar, produk lokal kini mampu bersaing dan mendapat tempat di hati para pelari.
Fenomena ini sekaligus menjadi bukti bahwa industri olahraga di Indonesia memiliki potensi besar, tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ekosistem yang menghubungkan fesyen, komunitas, hingga bisnis event organizer.
Editor : Mahendra Aditya