RADAR KUDUS — Dunia fashion anak terus berkembang pesat, mengikuti tren global yang semakin dinamis.
Pakaian bayi dan anak kini tidak hanya mengutamakan model yang lucu dan menarik, tetapi juga menekankan kenyamanan serta desain yang fleksibel tanpa fokus pada gender.
Fenomena ini turut didukung oleh tingginya transaksi fashion bayi dan anak yang bahkan melampaui segmen pakaian orang dewasa.
Belanja pakaian anak dilakukan lebih sering, salah satunya karena pertumbuhan bayi dan anak yang cepat, sehingga kebutuhan untuk mengganti pakaian lebih sering menjadi prioritas orang tua.
Menurut Alifiana Hilda, pemilik brand fashion anak @tukumulu_, pertumbuhan bayi yang pesat adalah salah satu alasan utama tingginya kebutuhan pakaian baru.
Selain itu, tantangan terbesar dalam fashion anak terletak pada pemilihan bahan dan warna.
"Kami selalu memilih bahan berkualitas, seperti katun premium yang adem, halus, dan anti gatal. Ini penting agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit bayi," jelas Hilda.
Ia menambahkan, kenyamanan harus menjadi prioritas utama dalam memilih pakaian anak.
Dengan bahan berkualitas tinggi dan harga yang terjangkau, Hilda ingin semua kalangan dapat menikmati pakaian anak dengan rasa "kelas mall" tanpa harus menguras kantong.
Warna-warna cerah dan motif ceria seperti karakter Disney menjadi favorit anak-anak.
Namun, tren terbaru menunjukkan model pakaian unisex yang simpel dan fleksibel lebih diminati.
"Motif yang netral gender sangat diminati karena bisa dipakai oleh anak laki-laki maupun perempuan. Bahkan, model seperti ini cocok untuk kembaran antara saudara berbeda gender," tambah Hilda.
Pakaian anak juga dirancang multifungsi, sehingga bisa digunakan baik untuk aktivitas sehari-hari maupun acara santai seperti hangout keluarga.
Dengan tingginya permintaan, pasar fashion anak diperkirakan akan terus bertumbuh.
Orang tua semakin memperhatikan kualitas dan kenyamanan pakaian anak, selain aspek estetika.
"Kami ingin membantu orang tua menyediakan pakaian terbaik untuk anak mereka, tanpa harus khawatir soal harga," tutup Hilda.
Tren ini membuktikan bahwa fashion anak kini bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang terus berkembang, dengan mengutamakan kenyamanan, kualitas, dan aksesibilitas bagi semua kalangan.
Editor : Abdul Rokhim