Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih Dekat dengan Produk DMA Boutique Jepara: Biar Glamor dan Naikkan Pamor

Abdul Rokhim • Minggu, 22 Januari 2023 | 15:48 WIB
DIMINATI: Dian Aulia, pemilik D.M.A Boutique memperlihatkan salah satu koleksi Tory Burch di butiknya belum lama ini. (NIBROS HASSANI/RADAR KUDUS)
DIMINATI: Dian Aulia, pemilik D.M.A Boutique memperlihatkan salah satu koleksi Tory Burch di butiknya belum lama ini. (NIBROS HASSANI/RADAR KUDUS)
SAMA seperti cinta yang harus dipupuk agar tumbuh dan tak layu, merek fashion dunia ini juga konsisten membuat produk berkualitas agar penggemarnya tak berpaling.

Terbukti, di Jepara, brand-brand Amerika begitu diminati. Mereknya beragam, mulai dari Calvin Klein, Coach, Tory Burch, Michael Kors, Long Champ, Kate Spade, DKNY, hingga Karl Lagerfeld.

Dian Aulia, pemilik usaha D.M.A Boutique mengatakan, warga Jepara lebih menyukai brand-brand Amerika ketimbang Eropa.

"Pasarnya lebih ke Amerika. Selain lebih terjangkau, untuk brand Eropa seperti LV (Louis Vuitton) itu paling 1-2 yang mau beli. Modalnya juga butuh lebih besar. Tapi kalau brand Amerika masih terjangkau," jelasnya.

Menurutnya, untuk merek seperti Gucci dan LV peminatnya tidak terlalu banyak. Sebab, harga LV rata-rata diatas Rp 30 juta.

"Kebanyakan yang punya brand tersebut istri pengusaha dan istri bule," katanya.

Di butiknya sendiri, koleksi yang ditawarkan beragam. Mulai dari pakaian, tas, sepatu dan aksesoris. Harganya beragam. Mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 10 juta. Untuk sandal dan sepatu, rata-rata harganya mulai dari Rp 1 juta. Kata Dian, belakangan ini seri yang paling diminati adalah baju merek Karl Lagerfeld. Harganya berkisar Rp 2 juta untuk satu item.

Selain untuk menunjukkan kelas dan status sosial, banyak peminat brand Amerika sudah terlanjur suka dengan model yang ada. Sehingga, pun bila muncul edisi terbaru, peminatnya juga langsung membeli barang tersebut. “Harganya juga masih aman di kantong,” jelasnya.

Kata Dian, konsumen di Jepara tidak jauh berbeda dengan Semarang dan Jakarta. Seleranya juga cenderung kepada brand-brand Amerika. Dalam sehari, rata-rata ia kedatangan 3-4 pelanggan yang membeli produknya. Selain Jepara, ada juga warga Kudus.

"Enaknya mereka tidak perlu datang ke Amerika, cukup beli disini," kata Dian.

Tak hanya itu, sa juga menerima pesanan online. Kadang ada customer yang tidak bisa datang ke tempat dan meminta diantar dengan ojek online.

Koleksi-koleksi yang ia jual tidak semua menyertakan nomor seri dan sertifikat. Berbeda dengan Gucci dan LV.

“Kalau brand Eropa seperti Gucci dan LV itu ada nomor seri barangnya. Untuk brand Amerika kebanyakan tidak ada nomor seri karena harganya masih terjangkau. Tapi untuk tas Tumi ada,” jelas Dian. (nib/khim) Editor : Abdul Rokhim
#jepara #DMA boutique #Luar negeri #produk branded #butik jepara