Selain jenis turban instan, kamu bisa menggunakan pashmina hingga segi empat. Semua jenis pashmina bisa digunakan menjadi turban, namun memang tidak semua gaya bisa dibuat.
“Biasanya saya pakai yang instan, langsung pakai tanpa ribet. Kalau nggak mau kelihatan lehernya, bisa pakai inner ninja. Tinggal dirapikan supaya tidak ngelewer. Baru di atasnya dikasih turban instan ini,” jelas pengikut fashion, Tata Callista.
Jika kamu lebih memilih pashmina, kamu akan bisa mengkreasikan turban agar tak terlalu monoton saat dipakai, sehingga tetap tampil simpel dan menarik. Pastinya tidak memakan banyak waktu lama.
“Milih pashminanya yang bahan crepe atau viscose sehingga mudah untuk dijadikan turban, soalnya tidak licin. Bahannya juga ringan. Jadi tidak terasa berat di kepala. Biasanya saya pakai model one side turban. Model ini memiliki aksen hijab yang terurai di satu sisi,” ungkap Putri Saraswati.
Pashmina menjadi pilihannya dalam memakai turban, dibanding kerudung segi empat karena lebih ribet dan rumit. Saat memakai turban, ia juga selalu padukan dengan turtleneck agar di bagian leher agak tinggi dan tertutup. Selain itu, biasanya juga mengutamakan memilih pakaian yang memiliki variasi di bagian leher.
Turban ini juga tak melulu cocok dipakai untuk kamu yang memiliki muka tirus atau oval. Pemilik muka persegi hingga bundar juga bisa memakainya, lho. Asalkan tahu tips memakainya.
Pertama, kamu bisa memilih inner ninja anti tembem (antem) untuk menyamarkan garis rahang dan sebagian pipi. Kemudian kedua, gunakan turban dengan lilitan yang pas. Sebaiknya pilih turban instan dengan menghindari pemilihan model turban melilit ke atas.
Ketiga, pilihlah turban dengan aksesn pada bagian samping. Hal itu untuk menyeimbangkan wajah dengan turban yang kamu kenakan. Keempat, hindari menumpuk dua warna yang berbeda.
”Karena memberikan efek wajah yang kurang proporsional. Gunakan inner warna serupa dengan turban,” katanya. (int/mal) Editor : Ali Mustofa