King Nassar Bikin Heboh Pestapora 2026 dengan Kostum Komidi Putar, "Suka? Like it? Love it?"

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB

 

Kostum king Nassar saat manggung di Pestapora.
Kostum king Nassar saat manggung di Pestapora.

JAKARTA - King Nassar kembali mencuri perhatian saat tampil di Pestapora 2026. Bukan hanya karena lagu-lagu dangdut yang dibawakannya, pedangdut tersebut juga tampil dengan kostum unik bertema komidi putar yang langsung menjadi sorotan penonton.

Nassar tampil pada hari pertama Pestapora 2026 di Gambir Expo dan Hall D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam. Ia dijadwalkan tampil sekitar pukul 20.30 WIB dan langsung membuka penampilannya dengan lagu "5 Menit Lagi".

Penampilan Nassar kali ini terasa berbeda sejak kemunculan pertamanya di atas panggung. Ia mengenakan busana bernuansa merah putih dengan bagian luar kostum menyerupai atap wahana komidi putar. Ornamen berbentuk kuda juga menjadi bagian dari kostum tersebut, membuat penampilannya terlihat seperti karakter yang keluar dari sebuah karnaval.

ANTARA melaporkan, konsep tersebut menjadi kelanjutan dari kebiasaan Nassar menghadirkan penampilan panggung yang tidak biasa. Pada penampilan Pestapora tahun-tahun sebelumnya, ia pernah melakukan aksi seperti memanjat tiang panggung dan muncul dari properti nanas raksasa. Kali ini, konsep komidi putar menjadi pilihan Nassar.

Nassar bahkan sempat meminta respons penonton mengenai busana yang dikenakannya.

"Bagaimana bajunya? Suka? Love it? Like it?" ujar Nassar dari atas panggung, seperti diberitakan ANTARA. Pertanyaan tersebut langsung disambut sorakan penonton.

Setelah membuka pertunjukan dengan "5 Menit Lagi", Nassar melanjutkan aksinya dengan sejumlah lagu dangdut yang sudah akrab di telinga penonton, di antaranya "Ikan Dalam Kolam" dan "Gejolak Asmara".

Medcom.id mencatat Nassar membawakan total 12 lagu dalam penampilannya. Selain "Ikan Dalam Kolam" dan "Gejolak Asmara", ia juga menyuguhkan "Kereta Malam", "Kopi Dangdut", medley "Aku Mah Apa Atuh" dan "Jablay", hingga single terbarunya, "Astaga Naga". Penampilan ditutup dengan "Seperti Mati Lampu".

Tak hanya penonton umum yang menikmati aksi panggung tersebut. Aktris Sheila Dara dan Reza Chandika juga terlihat berada di area penonton. Keduanya tampak ikut bernyanyi dan berjoget mengikuti penampilan Nassar.

Kostum menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan. JPNN menyebut konsep tersebut sebagai kostum "carousel" atau komidi putar. Setelah membawakan beberapa lagu, Nassar bahkan melepas bagian luar kostumnya sebelum menjelaskan alasan dirinya selalu mempersiapkan penampilan yang berbeda.

Menurut Nassar, penampilan di atas panggung bukan sekadar soal menyanyi. Ia ingin memberikan pengalaman kepada penonton yang sudah mengeluarkan uang untuk membeli tiket.

"Kalau ada yang nanya kenapa Nassar dandanannya selalu aneh-aneh? Saya ingin memberikan kepuasan untuk orang yang beli tiket," ujar Nassar, seperti dikutip JPNN.

Ia kemudian menyinggung bagaimana penonton menabung dan menyisihkan uang agar bisa menikmati Pestapora.

Nassar mengatakan dirinya selalu berusaha memperhatikan berbagai aspek ketika mendapat kesempatan tampil, mulai dari lagu, pakaian, suara hingga keseluruhan persembahan di atas panggung.

Sikap tersebut ikut menjelaskan mengapa penampilan Nassar di berbagai festival kerap dibuat teatrikal.

Ia tidak hanya datang membawa lagu, tetapi juga menawarkan pertunjukan visual yang menjadi bagian dari pengalaman penonton.

Respons terhadap aksi Nassar pun bermunculan di media sosial. Salah satu komentar yang menarik perhatian menggunakan humor dengan membandingkan penampilan sang pedangdut dengan biaya untuk mendapatkan bantuan psikolog.

"Biaya psikolog mahal, mending nonton King Nassar," tulis salah satu komentar yang beredar di media sosial.

Ada pula komentar bernada candaan yang menyebut King Nassar sebagai sosok yang "nggak pelit toping".

Ungkapan tersebut digunakan warganet sebagai metafora untuk menggambarkan penampilan Nassar yang dianggap selalu penuh ornamen, kejutan, dan aksi panggung.

Komentar-komentar semacam itu menunjukkan bagaimana persona Nassar di atas panggung telah menjadi bagian dari daya tarik penampilannya. Kostum yang nyentrik justru menjadi pelengkap dari musik dan aksi panggung yang ia suguhkan.

Suara.com juga mencatat antusiasme tinggi penonton ketika Nassar tampil. Area panggung disebut dipadati penonton dari berbagai generasi, termasuk anak muda dan penonton yang ikut bernyanyi serta bergoyang mengikuti lagu-lagu dangdut yang dibawakan.

Bagi Nassar, konsep panggung yang berbeda tampaknya memang menjadi salah satu cara untuk menghargai penonton. Ia tidak ingin tampil sekadarnya meski lagu-lagu yang dibawakannya sudah dikenal luas.

Pestapora 2026 sendiri berlangsung pada 25-27 September 2026 di kawasan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Festival ini menghadirkan ratusan penampil dari berbagai genre dan generasi. Kehadiran Nassar menjadi salah satu warna dangdut dalam festival yang mempertemukan musisi dengan latar musik yang beragam.

Dengan kostum komidi putar merah putih, deretan lagu dangdut populer, interaksi dengan penonton, serta aksi panggung yang penuh kejutan, King Nassar sekali lagi membuktikan bahwa penampilan panggung baginya bukan sekadar urusan bernyanyi.

Ada musik, ada kostum, ada hiburan, dan tentu saja ada kejutan yang membuat penonton memiliki cerita untuk dibawa pulang dari Pestapora.

Editor : Mahendra Aditya
King Nassar Pestapora 2026 kostum King Nassar penampilan King Nassar netizen King Nassar