RADAR KUDUS - Aktris dan penyanyi Maudy Ayunda kembali menjadi sorotan publik usai unggahan klarifikasi serta permintaan maafnya di media sosial justru memicu gelombang kritik baru dari warganet.
Langkah tersebut diambil Maudy guna merespons kontroversi konten video di saluran YouTube miliknya yang membahas mengenai teknik mindfulness serta tips mengabaikan rentetan berita buruk yang terjadi di Indonesia.
Sikap Maudy pada video awalnya memicu polemik lantaran dinilai tidak sensitif (tone deaf) terhadap kondisi sosial dan berbagai musibah yang sedang melanda masyarakat.
Merespons kritik tajam dari penonton dan pengguna media sosial, pelantun lagu "Perahu Kertas" tersebut menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Ia secara jujur mengakui adanya kekurangan dalam menyelaraskan perspektif serta kurangnya refleksi terkait hak istimewa (privilege) yang dimilikinya saat menyusun materi konten tersebut.
Maudy menjelaskan bahwa pembuatan video itu murni didasari oleh sudut pandang serta keresahan pribadinya sebagai sosok yang sering mengalami overthinking ketika berhadapan dengan gelombang kabar buruk secara terus-menerus.
Ia mengaku kebiasaan menyerap informasi negatif tersebut pada akhirnya berdampak langsung pada kestabilan emosionalnya sehari-hari.
"Waktu membuat video ini, aku sebenarnya sedang berbagi refleksi tentang suatu struggle pribadi: bagaimana tetap peduli dan mengikuti apa yang terjadi, sambil menjaga diri supaya kita tetap bisa hadir dan engage dengan lebih berarti," tulis Maudy dalam pernyataan klarifikasinya.
Lebih lanjut, Maudy menegaskan dirinya menyadari betul bahwa rangkaian peristiwa di tanah air—mulai dari bencana alam seperti gempa bumi dan karhutla, hingga polemik kebijakan publik yang dinilai tidak tepat sasaran—telah memberikan dampak berat bagi masyarakat luas yang membutuhkan perhatian serta uluran bantuan.
Ia menggarisbawahi bahwa keputusannya membagikan tips mindfulness sama sekali tidak bermaksud mengajak publik untuk bersikap apatis atau menutup mata terhadap realitas sosial di sekitar.
Namun, alih-alih meredakan situasi, unggahan permintaan maaf dan klarifikasi Maudy tersebut justru kembali memicu respons negatif dari warganet.
Baca Juga: CV Traders Indonesia Diduga Mangkir Sidang Perdana Gugatan PHI, 13 Eks Karyawan Tuntut Rp616 Juta
Banyak pengguna internet menilai pernyataan tersebut belum menunjukkan pemahaman mendalam terkait akar masalah yang diperdebatkan.
Kritik tajam terus berdatangan di kolom komentar, salah satunya menyoroti latar belakang pendidikannya di perguruan tinggi ternama luar negeri.
"See how it definitely came out as extremely tone deaf? You graduated from Stanford (do remember that we all paid for it) it shouldn’t be that hard for you to comprehend," sindir salah seorang warganet yang menilai tidak sepantasnya figur publik dengan latar pendidikan tinggi abai terhadap sensitivitas isu sosial masyarakat. (*)