Profesional! King Nassar Alihkan Penampilan ke Virtual setelah Penerbangan Terganggu Abu Vulkanik

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:36 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Nassar Tetap Manggung Secara Virtual.
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Nassar Tetap Manggung Secara Virtual.

JAKARTA — Nassar menunjukkan sikap profesional dengan tetap memenuhi jadwal manggung meski tidak dapat terbang dari Jakarta menuju Lampung akibat gangguan penerbangan yang dipicu sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Nassar sedianya dijadwalkan tampil dalam sebuah acara di Lampung pada Minggu (6/9/2026). Namun, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik berdampak terhadap operasional sejumlah bandara sehingga perjalanan udara menuju lokasi acara tidak dapat dilakukan.

Alih-alih membatalkan penampilan, Nassar bersama tim mencari solusi agar tetap bisa menyapa dan menghibur penonton. Dalam waktu yang cukup singkat, konsep pertunjukan akhirnya dialihkan menjadi penampilan virtual dari sebuah studio di Jakarta.

Keputusan tersebut diambil setelah penerbangan yang seharusnya membawa Nassar ke Lampung tidak dapat dilakukan. Kondisi abu vulkanik memang sempat menyebabkan sejumlah bandara ditutup dan penerbangan mengalami pembatalan maupun pengalihan. Kementerian Perhubungan juga menyiapkan sejumlah bandara alternatif untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dengan persiapan yang serba cepat, Nassar dan tim tetap berupaya memastikan penampilannya berjalan maksimal. Bahkan, kru yang sebelumnya sedang libur turut dihubungi untuk membantu pelaksanaan pertunjukan virtual tersebut.

Dari Jakarta, Nassar kemudian tampil melalui sambungan virtual seolah-olah berada langsung di lokasi acara di Lampung. Penampilannya tetap berlangsung sesuai konsep yang telah disiapkan sehingga agenda hiburan bagi penonton tidak harus dibatalkan.

Langkah Nassar tersebut mendapat perhatian publik karena menunjukkan komitmennya terhadap pekerjaan di tengah kondisi force majeure. Gangguan penerbangan akibat abu vulkanik memang berada di luar kendali penyelenggara maupun pengisi acara.

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 berdampak luas terhadap sektor penerbangan. Pada 6 September, sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandara terdampak, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, sementara ribuan penerbangan mengalami pembatalan atau gangguan operasional.

Dalam situasi tersebut, pilihan untuk tetap tampil secara virtual menjadi jalan tengah agar Nassar tetap dapat memenuhi komitmen kepada penyelenggara dan penonton tanpa mengabaikan faktor keselamatan perjalanan udara.

Penampilan virtual itu pun kemudian menjadi perhatian di media sosial. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi memungkinkan sebuah pertunjukan tetap berlangsung meski kondisi di lapangan tidak memungkinkan artis hadir secara fisik.

Bagi Nassar, kendala perjalanan tidak menjadi alasan untuk langsung membatalkan penampilan. Dengan mengubah format pertunjukan, ia tetap dapat menjalankan kewajibannya sebagai pengisi acara sekaligus memberikan hiburan kepada penonton.

Sikap tersebut juga menjadi contoh bahwa dalam kondisi darurat atau force majeure, komunikasi dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting. Ketika perjalanan fisik tidak memungkinkan, pertunjukan virtual dapat menjadi alternatif agar agenda tetap berjalan.

Nassar akhirnya tetap tampil meski tidak secara langsung berada di Lampung. Dari studio di Jakarta, ia menyelesaikan penampilannya secara virtual di tengah gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Editor : Mahendra Aditya
Nassar abu vulkanik Anak Krakatau Nassar tampil virtual penerbangan terganggu gunung anak krakatau