Debut di Film Paket Santet, Fiki Naki Ungkap Tantangan Akting yang Beda dari YouTube

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Dari YouTube ke Layar Lebar, Fiki Naki Kesulitan Hadapi Adegan Imajinatif di Paket Santet.
Dari YouTube ke Layar Lebar, Fiki Naki Kesulitan Hadapi Adegan Imajinatif di Paket Santet.

RADAR KUDUS - Fiki Naki merasakan perbedaan besar ketika beralih dari dunia YouTube ke layar lebar melalui film Paket Santet. Terbiasa membuat konten secara spontan tanpa naskah, kreator konten tersebut harus beradaptasi dengan tuntutan akting, dialog yang sudah ditentukan, serta arahan sutradara selama proses produksi.

Bagi Fiki, perubahan pola kerja tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam debutnya sebagai pemain film. Selama membuat konten di YouTube, ia terbiasa mengikuti alur percakapan secara natural tanpa terlebih dahulu menentukan secara rinci apa yang akan dibahas.

Pengalaman itu berbeda ketika dirinya berada di lokasi syuting. Setiap adegan dalam film harus mengikuti skenario dan dibawakan sesuai kebutuhan cerita. Selain itu, Fiki juga harus menyesuaikan penampilannya dengan arahan sutradara.

Baca Juga: Tuduhan Dating Violence terhadap Hong Min Gi Muncul, Fable Company Cek Fakta

Fiki mengungkapkan pengalaman tersebut saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026. Ia mengatakan proses bermain film terasa jauh berbeda dibandingkan ketika dirinya membuat konten YouTube yang lebih mengandalkan spontanitas.

Salah satu hal yang cukup menyulitkan Fiki adalah ketika harus memainkan adegan yang membutuhkan imajinasi. Sebagai pemain yang baru pertama kali terlibat dalam produksi film dan belum pernah mengikuti kelas akting, ia harus belajar menggambarkan reaksi terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak ada di hadapannya.

Pengalaman itu salah satunya muncul ketika Fiki harus menjalani adegan yang melibatkan tawon. Dalam cerita, karakter Firza dikisahkan mengalami situasi ketika seekor tawon masuk ke matanya. Fiki mengaku kesulitan membayangkan kondisi tersebut sehingga ekspresi yang dibutuhkan tidak langsung mudah ia dapatkan.

Baca Juga: Biarkan Hati Bicara Episode 22 Tayang Malam Ini, Reno-Hanna Bongkar Petunjuk Kematian Ibu Fico

Tantangan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Fiki karena ia harus menggunakan kemampuan akting untuk menghadirkan sesuatu yang kemudian akan diperkuat melalui proses produksi film.

Situasi seperti itu tidak ia temui ketika membuat konten YouTube yang umumnya berlangsung secara spontan dan berangkat dari interaksi nyata.

Fiki pun mengakui dirinya sangat terbantu oleh sutradara Dinna Jasanti selama menjalani proses syuting. Arahan yang diberikan secara bertahap membuatnya lebih memahami bagaimana seharusnya sebuah adegan dimainkan.

Kesabaran sang sutradara menjadi salah satu faktor yang membantu Fiki melewati masa adaptasi. Ia mendapat penjelasan mengenai gestur, perlakuan terhadap adegan, hingga cara membangun respons sesuai kebutuhan cerita.

Meski sempat merasakan tekanan, Fiki menilai pengalaman tersebut memberikan kepuasan tersendiri. Lingkungan produksi yang menurutnya cukup hangat juga membuat proses adaptasinya menjadi lebih mudah.

Salah satu adegan yang paling ia ingat adalah momen ketika Firza menghadapi tawon. Adegan tersebut sekaligus menjadi bagian dari hari terakhir Fiki menjalani syuting. Ia merasa suasana yang sudah terbentuk selama produksi membuat dirinya dan para pemain semakin menyatu dengan karakter maupun lingkungan cerita.

Debut lewat Paket Santet menjadi pengalaman baru bagi Fiki Naki untuk memperluas kiprahnya dari konten digital ke seni peran. Peralihan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan berkomunikasi secara spontan di depan kamera tidak serta-merta membuat proses akting film menjadi mudah.

Ada tuntutan berbeda yang harus dipelajari, terutama dalam mengikuti naskah dan menerjemahkan arahan sutradara ke dalam permainan karakter.

Editor : Mahendra Aditya
Fiki Naki Paket Santet Fiki Naki Paket Santet debut akting Fiki Naki film Paket Santet