Konser Batal dan Terkendala Akomodasi, DEADSQUAD Cs Tetap Lanjutkan Tur Eropa

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:40 WIB
DEADSQUAD. (Instagram Deadquad)
DEADSQUAD. (Instagram Deadquad)

RADAR KUDUS - Rangkaian tur Eropa tiga band metal Indonesia, DEADSQUAD, Jasad, dan Death Vomit, mengalami masalah serius setelah penampilan di Irlandia.

Dua pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung di Cork dan London akhirnya batal, sementara ketiga band tersebut tetap berupaya melanjutkan tur Eropa mereka.

Masalah tersebut mencuat setelah sejumlah komitmen yang disebut telah disepakati dengan promotor Diablo Productions tidak terlaksana, termasuk urusan venue, transportasi, akomodasi, dan komunikasi. Dalam pernyataan bersama yang disampaikan pada 16 Agustus 2026, ketiga band menyebut situasi itu membuat rangkaian tur mereka terganggu.

Baca Juga: vivo Y31 5G Punya Baterai Jumbo dan Layar 120Hz, Begini Spesifikasinya

Pertunjukan di Cork seharusnya berlangsung pada 16 Agustus di The Pavilion. Sebelumnya, agenda tersebut memang tercantum dalam promosi acara dengan DEADSQUAD, Jasad, dan Death Vomit sebagai penampil.

Persoalan kemudian berlanjut menjelang konser London yang semula dijadwalkan pada 17 Agustus di The Underworld Camden. Menariknya, halaman acara The Underworld sebelumnya memang mencantumkan ketiga band Indonesia tersebut sebagai bagian dari Cataclysmic Tour 2026 dan menyebut Diablo Productions sebagai promotor.

Namun, menurut keterangan ketiga band, pihak venue London kemudian menghubungi mereka secara langsung dan menyampaikan bahwa persoalan muncul terkait reservasi tempat. Mereka menyebut venue tidak memperoleh konfirmasi yang dibutuhkan dari promotor.

The Underworld Camden kemudian turut memberikan penjelasan mengenai pembatalan tersebut. Pihak venue menyatakan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan Diablo Productions dan mengaku tidak memperoleh pembayaran atau konfirmasi penyewaan venue sebagaimana mestinya.

Kondisi itu membuat konser London tidak dapat dilaksanakan. Persoalan juga tidak berhenti pada venue. Setelah pertunjukan di Lost Lane, Dublin, ketiga band mengungkapkan bahwa transportasi dan akomodasi untuk perjalanan berikutnya tidak tersedia sebagaimana yang telah dijanjikan.

Akibatnya, mereka tidak dapat meneruskan agenda pertunjukan di Cork dan London sesuai jadwal. Ketiga band mengatakan telah berusaha menyelesaikan persoalan secara internal dan tetap kooperatif, tetapi masalah yang terjadi dinilai sudah menyangkut persiapan, komunikasi, organisasi, serta pemenuhan komitmen promotor.

Pembatalan tersebut menjadi pukulan tersendiri karena tur yang dijalani bukan sekadar rangkaian pertunjukan tunggal. DEADSQUAD, Jasad, dan Death Vomit sebelumnya telah dijadwalkan tampil di sejumlah kota Eropa dalam rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026.

Meski dua pertunjukan di Inggris dan Irlandia gagal digelar, ketiga band memastikan tur Eropa tidak berhenti. Jadwal mereka setelah itu masih mencakup sejumlah pertunjukan di daratan Eropa.

Agenda berikutnya yang dapat dikonfirmasi antara lain penampilan dalam Deathfeast Open Air di Andernach, Jerman, pada 20-22 Agustus. Ketiga band juga dijadwalkan tampil bersama di Innocent, Hengelo, Belanda, pada 25 Agustus.

Baca Juga: KemenPANRB Verifikasi Zona Integritas di RSUD dr Soedjati Purwodadi

Jadwal tersebut menunjukkan bahwa persoalan di Inggris dan Irlandia tidak otomatis membatalkan seluruh rangkaian tur. Bahkan, promotor dan venue di Belanda masih mencantumkan DEADSQUAD, Jasad, serta Death Vomit dalam agenda pertunjukan Cataclysmic Summer Tour 2026.

Di tengah persoalan tersebut, dukungan justru datang dari penggemar mereka di Irlandia. Sebuah penggalangan dana melalui GoFundMe dibuat atas inisiatif publik setempat untuk membantu ketiga band setelah menghadapi kendala selama perjalanan tur.

Personel DEADSQUAD, Stevi Item, kemudian menyampaikan bahwa penggalangan dana tersebut ditutup setelah mendapat dukungan yang dinilai cukup. Ia menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berasal dari publik Irlandia dan bukan program penggalangan dana resmi yang dijalankan di Indonesia.

Stevi juga mengarahkan dukungan dari penggemar di Tanah Air melalui pembelian merchandise yang dibuat bersama oleh ketiga band. Langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk membantu keberlangsungan perjalanan tur tanpa membuka penggalangan dana domestik.

Bagi ketiga band, persoalan ini bukan hanya menyangkut satu atau dua pertunjukan yang gagal berlangsung. Mereka menjadikannya sebagai peringatan bagi musisi lain, terutama pelaku musik ekstrem, agar lebih berhati-hati terhadap tata kelola tur internasional, mulai dari kontrak, venue, transportasi, akomodasi hingga komunikasi dengan promotor.

Kasus tersebut juga memperlihatkan bahwa tur musik lintas negara memiliki tantangan logistik yang jauh lebih kompleks dibanding pertunjukan domestik. Kegagalan satu mata rantai, seperti akomodasi atau transportasi, dapat berdampak langsung pada jadwal pertunjukan berikutnya.

Meski mengalami kendala di Irlandia dan Inggris, DEADSQUAD, Jasad, dan Death Vomit memilih tetap melanjutkan perjalanan. Agenda mereka di Eropa masih berjalan, dengan sejumlah pertunjukan di Belanda dan Jerman yang telah tercantum dalam jadwal resmi venue maupun penyelenggara.

Dengan demikian, persoalan yang terjadi di Cork dan London menjadi episode berat dalam Cataclysmic Summer Tour 2026, tetapi belum menghentikan perjalanan tiga nama besar metal ekstrem Indonesia tersebut untuk membawa musik mereka ke panggung Eropa.

Editor : Mahendra Aditya
Death Vomit Cataclysmic Summer Tour 2026 konser DEADSQUAD di Eropa jasad deadsquad