JAKARTA — Muhammad Jannah alias Bigmo menyerahkan rekaman lengkap siaran langsung yang menjadi sorotan dalam kasus dugaan eksploitasi anak terkait promosi rokok elektrik atau vape kepada penyidik Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2026).
Rekaman tersebut diserahkan sebagai bagian dari upaya pihak Bigmo memberikan gambaran menyeluruh mengenai kejadian yang sebelumnya ramai setelah potongan video beredar di media sosial. Kuasa hukum Bigmo menegaskan, interaksi dengan anak-anak dalam siaran tersebut disebut berlangsung spontan dan tidak disiapkan sebagai bagian dari skenario promosi.
Kuasa hukum Bigmo, Riphat Senikentara, mengatakan kliennya telah menjawab sekitar 40 pertanyaan dalam pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Ia meminta proses perkara melihat keseluruhan rekaman, bukan hanya bagian video yang menjadi viral.
Menurut Riphat, pertemuan Bigmo dengan anak-anak tersebut bermula ketika mereka mengenali sang kreator di tempat umum. Anak-anak itu disebut meminta berfoto, kemudian interaksi berkembang hingga muncul aktivitas permainan yang terekam dalam siaran langsung.
Baca Juga: Ultah ke-31 Kevin Sanjaya Jadi Momen Spesial, Valencia Hamil Anak Kedua
Pihak Bigmo juga membantah anggapan bahwa kehadiran anak-anak tersebut sejak awal dirancang untuk kepentingan komersial. Permainan dengan hadiah sepatu disebut sebagai bagian dari format yang sebelumnya juga pernah dilakukan Bigmo dalam sejumlah konten streaming.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim kuasa hukum turut membawa sejumlah bukti elektronik. Selain rekaman live streaming secara utuh, terdapat pula foto dan dokumen digital lain yang dianggap berkaitan dengan kejadian.
Pengacara Bigmo lainnya, Sangun Ragahdo, mengatakan bukti-bukti tersebut diserahkan agar penyidik dapat menilai rangkaian peristiwa berdasarkan konteks lengkap.
Pernyataan pihak Bigmo tersebut merupakan versi kuasa hukum dan belum menjadi kesimpulan penyidik. Polisi masih menangani perkara tersebut dalam tahap penyelidikan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kejadian yang dipersoalkan.
Kasus ini mencuat setelah potongan siaran langsung yang memperlihatkan interaksi Bigmo dengan anak-anak, sekaligus penyebutan produk rokok elektronik, beredar luas di media sosial. Konten tersebut kemudian memicu sorotan karena anak-anak disebut berada dalam rangkaian siaran yang berkaitan dengan produk vape.
Perkara itu tidak hanya menarik perhatian kepolisian. Pemerintah juga sebelumnya menyoroti penyebaran konten yang melibatkan anak dalam promosi rokok elektronik di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah memberikan teguran kepada YouTube terkait konten siaran langsung yang menampilkan promosi rokok elektronik dengan melibatkan anak-anak. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan perlindungan anak di ruang digital harus menjadi perhatian serius.
Respons tersebut memperlihatkan bahwa perkara Bigmo tidak hanya menyangkut konten seorang kreator, tetapi juga bersinggungan dengan isu perlindungan anak dan tanggung jawab platform digital terhadap materi yang beredar di internet.
Dalam konteks hukum, penting untuk membedakan antara tuduhan, klarifikasi pihak yang diperiksa, dan kesimpulan penyidik. Sampai pemeriksaan pada Senin (10/8/2026), Bigmo belum dinyatakan bersalah dalam perkara tersebut. Status kasus masih berada dalam proses penyelidikan.
Bagi pihak Bigmo, rekaman lengkap menjadi bukti penting untuk menunjukkan bagaimana interaksi tersebut bermula dan berkembang. Mereka menilai potongan video yang beredar tidak cukup menggambarkan keseluruhan kejadian.
"Spontan" menjadi kata kunci pembelaan Bigmo dalam perkara ini. Kuasa hukum menyatakan tidak terdapat persiapan khusus untuk melibatkan anak-anak dalam konten tersebut maupun niat sejak awal untuk melakukan eksploitasi.
Namun, pembuktian mengenai ada atau tidaknya unsur pelanggaran tetap menjadi kewenangan penyidik. Rekaman utuh yang kini berada di tangan polisi diharapkan dapat membantu mengurai kronologi secara lebih lengkap, termasuk konteks penyebutan produk vape, bentuk interaksi dengan anak-anak, serta tujuan dari aktivitas yang terekam dalam siaran langsung.
Dengan demikian, pemeriksaan Bigmo dan penyerahan bukti digital menjadi bagian penting dari proses penyelidikan. Polisi masih perlu mencocokkan keterangan yang diberikan dengan bukti elektronik serta keterangan pihak lain sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
Editor : Mahendra Aditya