Diding Boneng Meninggal Dunia, Sakit Apa? Sempat Dirawat karena Serangan Asma dan Gangguan Pernapasan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:10 WIB
Sebelum Wafat, Diding Boneng Sempat Dirawat karena Serangan Asma Akut.
Sebelum Wafat, Diding Boneng Sempat Dirawat karena Serangan Asma Akut.

JAKARTA — Kabar meninggalnya aktor senior Diding Boneng pada Senin, 3 Agustus 2026, meninggalkan duka bagi dunia hiburan Indonesia. Aktor yang dikenal luas melalui sejumlah film Warkop DKI tersebut mengembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun.

Kabar kepergian Diding Boneng dibenarkan oleh putranya, Wira. Kepada media, Wira menyampaikan bahwa sang ayah telah meninggal dunia. Namun, keluarga belum mengungkapkan secara terbuka penyebab medis yang menyebabkan Diding Boneng meninggal.

Karena itu, pertanyaan mengenai Diding Boneng sakit apa sebelum meninggal perlu dijawab berdasarkan riwayat kesehatan yang pernah disampaikan langsung oleh sang aktor, bukan dengan membuat kesimpulan mengenai penyebab kematiannya.

Baca Juga: Mengenang Diding Boneng, Ini Daftar Film Warkop DKI yang Pernah Dibintanginya

Beberapa bulan sebelum meninggal, Diding Boneng memang sempat mengalami masalah kesehatan serius. Pada Februari 2026, ia dilarikan ke Radjak Hospital, Salemba, Jakarta Pusat, setelah mengalami serangan asma yang membuatnya kesulitan bernapas.

Saat itu, Diding sendiri mengonfirmasi bahwa dirinya memiliki penyakit asma berdasarkan keterangan dokter. Serangan tersebut terjadi pada malam hari dan membuat kondisi pernapasannya memburuk hingga ia membutuhkan perawatan di rumah sakit.

"Saya memang punya asma, menurut dokter," kata Diding Boneng ketika memberikan keterangan saat menjalani perawatan.

Kondisi tersebut bukan sekadar sesak napas ringan. Dalam perawatan pada Februari 2026, Diding Boneng harus menggunakan alat bantu pernapasan selama beberapa hari. Ia juga mendapatkan infus dan masih berada dalam pengawasan tim medis karena kondisinya belum sepenuhnya pulih.

Serangan asma yang dialaminya bahkan disebut cukup berat hingga membuatnya nyaris kehilangan kesadaran. Diding kemudian menjalani perawatan intensif setelah dibawa ke rumah sakit pada malam 18 Februari 2026.

Pada hari ketiga perawatan, kondisi Diding memang disebut mulai membaik. Namun, ia masih menggunakan alat bantu pernapasan dan belum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Diding mengatakan kondisinya sudah lebih baik dibandingkan ketika pertama kali dibawa ke rumah sakit, tetapi pemulihannya masih membutuhkan waktu. Saat itu, ia juga masih mendapatkan infus dan diminta beristirahat serta mengurangi aktivitas fisik.

Riwayat gangguan pernapasan tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

Diding Boneng menyebut dirinya telah mengalami persoalan pernapasan selama sekitar tiga tahun. Ia bahkan pernah mengaitkan awal munculnya gangguan tersebut dengan pengalaman menjalani syuting film horor.

Dalam sebuah wawancara, Diding menceritakan bahwa ia pernah menjalani proses syuting di kawasan hutan selama sekitar 80 hari. Sebagian besar adegan dilakukan pada malam hari dan menggunakan efek asap buatan. Menurut dugaannya, kondisi tersebut mungkin berpengaruh terhadap munculnya masalah pernapasan yang kemudian dialaminya.

Namun, dugaan tersebut merupakan pernyataan dan dugaan pribadi Diding Boneng, bukan diagnosis medis yang dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab penyakit ataupun penyebab kematiannya.

Baca Juga: Diding Boneng Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun, Sosok Ikonik Warkop DKI Tutup Usia

Hal yang dapat dipastikan dari laporan ketika itu adalah Diding memang mengaku memiliki asma dan pernah mengalami serangan yang cukup berat hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Dalam perawatan tersebut, kondisi Diding sempat terlihat cukup mengkhawatirkan. Ia menggunakan masker oksigen dan alat bantu pernapasan. Selang infus juga masih terpasang ketika dirinya memberikan keterangan mengenai kondisi kesehatannya.

Meski demikian, Diding kala itu masih memberikan kabar bahwa kondisinya berangsur membaik.

Riwayat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kesehatan Diding Boneng menjelang akhir hidupnya. Namun, tidak tepat menyebut serangan asma pada Februari 2026 sebagai penyebab kematiannya pada Agustus 2026 tanpa konfirmasi dari dokter atau keluarga.

Jarak waktu antara perawatan tersebut dan kabar meninggalnya mencapai sekitar lima bulan. Karena itu, informasi mengenai penyakit yang pernah dideritanya harus dibedakan dari penyebab kematian.

Diding Boneng memang memiliki riwayat asma, tetapi hingga kabar duka pada 3 Agustus 2026, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa ia meninggal akibat asma.

Hal tersebut juga penting mengingat Diding Boneng sebelumnya pernah mengalami kondisi kesehatan yang naik turun, tetapi sempat membaik setelah mendapatkan perawatan.

Pada Februari 2026, setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, Diding mengatakan kondisinya sudah lebih baik meski belum pulih sepenuhnya. Dokter masih memintanya menjalani perawatan lebih lanjut.

Kabar mengenai kondisi kesehatannya kemudian kembali menjadi perhatian karena Diding Boneng merupakan salah satu aktor senior yang tetap aktif berkarya meski telah berusia 76 tahun.

Namanya dikenal luas melalui film-film Warkop DKI. Ia kerap memainkan karakter pendukung yang justru melekat dalam ingatan penonton, termasuk sosok hansip dan berbagai karakter lain dalam film komedi.

Diding juga tetap memiliki perjalanan panjang di dunia seni setelah era kejayaan Warkop DKI. Salah satu kemunculannya yang kembali memperkenalkan sosoknya kepada generasi penonton yang lebih muda adalah ketika ia berperan sebagai Mbah Buyut dalam film KKN di Desa Penari.

Kini, kabar meninggalnya Diding Boneng membuat perhatian publik kembali tertuju pada perjalanan hidup dan kesehatannya.

Pertanyaan “Diding Boneng sakit apa?” Ia pernah mengaku menderita asma dan mengalami gangguan pernapasan yang cukup berat. Ia bahkan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada Februari 2026.

Diding Boneng kini telah pergi, tetapi puluhan tahun perjalanan seninya meninggalkan jejak panjang. Dari panggung teater, film, sinetron hingga berbagai karakter komedi, namanya telah menjadi bagian dari sejarah hiburan Indonesia.

Bagi banyak penonton, Diding Boneng akan selalu dikenang sebagai aktor dengan wajah khas dan karakter kuat yang mampu mencuri perhatian meski tidak selalu berada di pusat cerita.

Selamat jalan, Diding Boneng. Karya dan karakter yang pernah dihadirkannya akan terus hidup dalam ingatan penonton lintas generasi.

Editor : Mahendra Aditya
Diding Boneng meninggal Diding Boneng sakit apa Diding Boneng asma penyebab Diding Boneng meninggal Diding Boneng gangguan pernapasan