RADAR KUDUS - Konser Bruno Mars kembali menjadi perhatian publik dunia. Kali ini bukan karena aksi panggungnya, melainkan inovasi penjualan tiket yang tidak biasa. Dalam rangkaian The Romantic Tour, penyelenggara konser di Stadion Wembley, London, menghadirkan kategori tiket bertajuk "No View – Audio Only", yang memungkinkan penonton menikmati konser secara langsung hanya melalui suara, tanpa dapat melihat panggung maupun layar raksasa.
Kategori tiket tersebut dijual melalui platform resmi Ticketmaster dengan harga 58,35 pound sterling, atau sekitar Rp1,4 juta (tergantung kurs saat pembelian). Meski terdengar tidak lazim, tiket ini justru memancing rasa penasaran sekaligus menuai beragam respons dari para penggemar.
Sesuai namanya, pemegang tiket No View – Audio Only ditempatkan di area tribun paling atas Stadion Wembley, seperti sektor 533, 546, dan 547. Dari posisi tersebut, pandangan ke arah panggung tertutup sepenuhnya oleh struktur bangunan stadion sehingga penonton tidak dapat menyaksikan penampilan Bruno Mars secara langsung maupun melalui layar LED.
Dengan kata lain, pengalaman yang ditawarkan benar-benar berfokus pada kualitas audio konser secara langsung. Penonton tetap dapat menikmati tata suara stadion, atmosfer ribuan penggemar, hingga penampilan musik secara real time, namun tanpa pengalaman visual.
Meski konsep tersebut terdengar tidak menguntungkan, banyak penggemar justru memberikan apresiasi terhadap transparansi penyelenggara. Mereka menilai penggunaan istilah "No View" jauh lebih jujur dibandingkan label seperti "Restricted View" atau "Limited View" yang sering digunakan dalam konser besar, tetapi terkadang masih menyisakan ekspektasi bahwa panggung tetap dapat terlihat sebagian.
Di media sosial, sejumlah penggemar menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keterbukaan kepada pembeli sehingga mereka dapat menentukan pilihan sebelum membeli tiket. Transparansi ini dianggap lebih baik dibanding menjual kursi dengan visibilitas buruk tanpa penjelasan yang jelas.
Fenomena tiket tanpa akses visual sebenarnya bukan sepenuhnya baru. Dalam sejumlah konser berskala stadion, area dengan pandangan terbatas memang kerap dijual dengan harga lebih murah. Namun, penggunaan label Audio Only menjadi salah satu pendekatan paling ekstrem sekaligus paling jujur dalam industri hiburan musik.
Konser ini merupakan bagian dari The Romantic Tour, tur dunia terbaru Bruno Mars yang digelar untuk mempromosikan album studio keempatnya, The Romantic. Album tersebut menjadi karya penuh pertama Bruno Mars setelah hampir satu dekade sejak kesuksesan 24K Magic, yang dirilis pada 2016.
Tur dimulai di Las Vegas, Amerika Serikat, pada April 2026 dan berlanjut ke berbagai kota besar di Amerika Utara, Eropa, hingga Asia. Dalam rangkaian tur tersebut, Bruno Mars juga menggandeng sejumlah musisi ternama sebagai penampil pembuka maupun tamu spesial, di antaranya Anderson .Paak (DJ Pee .Wee), Leon Thomas, RAYE, serta Victoria Monét.
Bruno Mars dikenal sebagai salah satu entertainer terbaik di industri musik dunia berkat perpaduan vokal, koreografi, permainan instrumen, hingga produksi panggung spektakuler. Tak heran, tiket konsernya hampir selalu terjual habis di berbagai negara.
Kehadiran tiket No View – Audio Only menunjukkan bagaimana promotor mencoba memaksimalkan kapasitas stadion tanpa mengabaikan transparansi kepada calon penonton. Bagi sebagian orang, pengalaman mendengar langsung suara Bruno Mars dan atmosfer konser sudah dianggap cukup berharga, meski tanpa melihat aksi sang penyanyi di atas panggung.
Konsep ini sekaligus memunculkan diskusi baru mengenai pengalaman menonton konser di era modern. Di satu sisi, sebagian penggemar menganggap harga sekitar Rp1,4 juta untuk pengalaman audio saja masih tergolong mahal. Namun di sisi lain, banyak yang menilai opsi tersebut tetap menarik dibanding tidak mendapatkan tiket sama sekali untuk menyaksikan salah satu musisi terbesar dunia tampil secara langsung.
Editor : Mahendra Aditya