Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Strategi Promosi Nyeleneh Foufo: Poster "Warung Madura Tutup" Bikin Warganet Ketawa Sekaligus Panik

uinbroadcasting • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:02 WIB
"Warung Madura tutup, nonton Foufo dulu!"
Poster promosi film Foufo ini viral karena gimmick-nya yang absurd tapi kocak, sampai-sampai warganet becanda ini "kiamat kecil" buat yang biasa jajan tengah malam
"Warung Madura tutup, nonton Foufo dulu!" Poster promosi film Foufo ini viral karena gimmick-nya yang absurd tapi kocak, sampai-sampai warganet becanda ini "kiamat kecil" buat yang biasa jajan tengah malam

RADAR KUDUS - Film Foufo, karya sutradara Bayu Skak yang tayang serentak di bioskop Indonesia sejak 9 Juli 2026, mencuri perhatian publik.

Bukan hanya lewat cerita alien berlatar budaya Madura, tetapi juga lewat strategi promosi yang dinilai out of the box dan mengundang tawa di media sosial.

Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah poster promosi yang ditempel di sejumlah warung Madura, bertuliskan "WARUNG MADURA TANGGAL 9 JULI 2026 TUTUP!! MAU NONTON BARENG FILM FOUFO DULU DI BIOSKOP", lengkap dengan keterangan kecil "Habis nonton buka lagi" di bagian bawah.

Poster tersebut menampilkan karakter alien Foufo bersama para pemeran film, termasuk logo produksi Skak Studios dan Sinemart.

Gimmick promosi ini rupanya bukan sekadar iseng tanpa dasar.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Epicentrum XXI pada Jumat (3/7/2026), pemeran utama Tretan Muslim memang sempat melontarkan ide serupa secara langsung.

Ia mengusulkan menggelar acara nonton bareng (nobar) khusus bagi para pemilik warung Madura se-Jabodetabek, mengingat film ini mengangkat cerita dari Madura yang jarang mendapat sorotan di layar lebar.

Namun, Tretan sendiri berseloroh soal potensi dampaknya. "Wah, bagus juga idenya kita bikin nobar semua owner Toko Warung Madura. Tapi nanti perekonomian Jakarta lumpuh Mas, tutup nanti semua," kata Tretan Muslim saat itu, sembari tertawa.

Guyonan itu pun menjadi kenyataan lewat poster promosi yang ditempel langsung di warung-warung Madura, dan sontak viral di media sosial.

Banyak warganet ikut menimpali dengan candaan bernada dramatis, menyebut potensi tutupnya warung Madura secara serentak yang menjadi tulang punggung kebutuhan harian warga Jabodetabek selama 24 jam sebagai skenario "sekelas kiamat kecil", mengingat betapa krusialnya keberadaan warung-warung tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat perkotaan.

Strategi promosi nyeleneh ini sejalan dengan rangkaian gimmick unik lain yang telah dilakukan tim Foufo sepanjang masa promosi.

Sebelumnya, gala premiere film ini di Jakarta juga tampil beda dengan menghadirkan konsep peternakan mini, lengkap dengan kehadiran bebek, sapi, dan kambing di area red carpet, jauh dari kesan premiere film pada umumnya yang biasanya identik dengan glamor karpet merah konvensional.

Terlepas dari kontroversi awal soal keterkaitan politik salah satu pemerannya yang sempat memicu ancaman boikot dari sebagian warganet, rangkaian promosi kreatif dan penuh humor ini rupanya berhasil mendongkrak antusiasme publik.

Alih-alih menuai kritik, gimmick "warung Madura tutup" ini justru dinikmati banyak warganet sebagai bagian dari kelucuan khas komedi Tretan Muslim dan Bayu Skak, sekaligus efektif meningkatkan rasa penasaran publik terhadap film yang mengangkat budaya Madura secara autentik ini. (wa)

Editor : Ali Mustofa
film FOuFO warung madura promosi unik Tretan Muslim Bayu Skak